Logo Header Antaranews Kalteng

Bapenda Kotim optimalkan layanan jemput bola untuk dongkrak penerimaan pajak

Rabu, 10 September 2025 10:05 WIB
Image Print
Kepala Bapenda Kotawaringin Timur, Ramadansyah. ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah berupaya mendongkrak penerimaan pajak kendaraan bermotor dengan mengoptimalkan layanan jemput bola atau turun ke lapangan mendatangi masyarakat.

"Kami sudah sepakat dengan teman-teman dari Samsat dari Satlantas, tahun ini kami mengadakan mobil layanan sehingga kita berharap mobil layanan ini jemput bola melayani perpanjangan pajak kendaraan bermotor. Jadi, pembayarannya tidak harus datang ke Sampit, tetapi kita nanti akan jemput bola," kata Kepala Bapenda Kotawaringin Timur, Ramadansyah di Sampit, Rabu.

Penarikan pajak kendaraan bermotor dilakukan bersama oleh Samsat, Satuan Lalu Lintas dan Bapenda. Pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu peluang untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) melalui dana bagi hasil penerimaan pajak.

Luasnya wilayah Kotawaringin Timur menjadi salah satu tantangan dalam optimalisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor. Selain petugas harus bekerja keras untuk pendataan objek pajak kendaraan bermotor, di sisi lain masyarakat juga kesulitan jika harus jauh-jauh ke Sampit untuk membayar pajak karena memerlukan waktu, tenaga dan biaya.

Saat ini ada satu mobil layanan keliling yang diperhatikan oleh Samsat. Tahun ini rencananya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan melakukan pengadaan mobil serupa untuk mengoptimalkan upaya jemput bola dalam mendongkrak penerimaan pajak kendaraan bermotor.

Baca juga: Bupati Kotim siapkan strategi hadapi efisiensi anggaran jilid II

Mobil layanan keliling tersebut akan berkeliling memberikan pelayanan pajak kendaraan bermotor dari satu kecamatan. Dengan begitu masyarakat tidak perlu repot datang ke Sampit untuk membayar pajak kendaraan bermotor.

"Kalau sekarang, misalnya masyarakat mengurus pajak kendaraan bermotor ke Sampit dengan nilai pajaknya Rp200 ribu, sementara ongkosnya sampai Rp500 ribu, kan kasihan. Makanya kita akan jemput bola nanti ke kecamatan untuk memberikan pelayanan," tegas Ramadansyah.

Dia berharap langkah ini bisa mempermudah masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor. Dengan begitu masyarakat semakin tertarik dan sadar untuk membayar pajak sesuai aturan, sehingga akan berdampak besar terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor.

Upaya lainnya, Bapenda juga mendata kendaraan bermotor per kecamatan. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kebenaran data itu untuk memastikan jumlah dan kondisi kendaraan sesuai kenyataan yang sebenarnya.

Ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan jika ada kendaraan mereka yang sudah tidak mungkin bisa dipakai lagi. Dengan begitu, kendaraan tersebut tidak lagi dikenai pajak.

"Pajaknya sudah mati tapi tidak kita dilaporkan, maka pajaknya jalan terus. Itu menjadi piutang. Harapan kami, kalau kendaraan itu memang tidak dipakai lagi, kita laporkan sudah sudah hancur, misalkan tidak bisa bergerak lagi sehingga itu pajaknya tidak jalan terus," demikian Ramadansyah.

Baca juga: Bupati Kotim ungkap rencana pembangunan smelter bernilai fantastis

Baca juga: Nikkon Bhastari terpilih sebagai Kepala Sekolah Rakyat di Kotim

Baca juga: Lentera Kartini edukasi siswa SMKN 2 Sampit bahaya pergaulan bebas



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026