Muara Teweh (ANTARA) - Bupati Barito Utara,Kalimantan Tengah, Shalahuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran daerah pada tahun anggaran 2026.
"APBD kita sudah beres dan tepat waktu. Artinya apa? Tidak ada lagi alasan untuk menunda pekerjaan. Saya tegaskan kepada seluruh eselon II, tidak ada lagi alasan mengatakan RUP atau dokumen pengadaan belum siap,” kata Shalahuddin memimpin apel gabungan ASN awal tahun baru di Arena Tiara Batara, Muara Teweh, Jumat.
Menurut dia, APBD Kabupaten Barito Utara telah selesai tepat waktu, sehingga tidak ada lagi alasan bagi organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menunda pelaksanaan kegiatan, khususnya kegiatan fisik yang berdampak langsung pada masyarakat.
Ia memberikan waktu satu minggu kepada seluruh OPD agar memastikan seluruh dokumen pengadaan kegiatan fisik telah diserahkan ke Bagian Pengadaan.
"Apabila APBD telah ditetapkan, maka proses pengadaan harus segera berjalan tanpa hambatan administratif yang berlarut-larut," katanya.
Bupati Barito Utara itu juga menyoroti pentingnya sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, anggaran dan program tidak akan berjalan optimal tanpa kesiapan ASN untuk bekerja secara disiplin dan profesional.
“Anggaran sudah ada, program sudah siap, APBD sudah tepat waktu. Tinggal satu pertanyaan besar, SDM-nya mau atau tidak bekerja?” ucapnya.
Sebagai bentuk pengawasan langsung, Bupati menyatakan akan berkantor dan melaksanakan apel secara berpindah-pindah di OPD, termasuk turun langsung ke dinas teknis seperti Dinas PUPR dan Bappeda dan OPD lainnya, guna memastikan kinerja aparatur berjalan sebagaimana mestinya.
Lebih lanjut, Shalahuddin menekankan percepatan penyerapan anggaran berbanding lurus dengan perputaran ekonomi daerah. Setiap pencairan anggaran, menurutnya, akan menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat.
“Kalau anggaran cair, ojek bergerak, hotel hidup, truk jalan, material terserap, dan UMKM ikut berputar. Kalau kita lambat, roda ekonomi daerah ikut berhenti dan masyarakat yang dirugikan,” jelasnya.
Baca juga: Wabup Barut apresiasi ASN Kemenag atas loyalitas dan pengabdian
Bupati juga menyampaikan sikap tegas terhadap ASN yang tidak siap bekerja keras. Ia membuka ruang secara terbuka bagi ASN yang merasa tidak mampu mengikuti ritme kerja pemerintahan saat ini.
“Kalau merasa tidak siap bekerja keras, tidak siap disiplin, atau tidak sejalan, silakan mengundurkan diri atau mengajukan pindah tugas. Banyak pegawai lain yang ingin naik jenjang dan siap bekerja,” katanya.
Bupati Barut kembali menegaskan urusan politik telah selesai, dan pemerintahan saat ini dijalankan sepenuhnya berdasarkan prestasi dan kinerja.
“Yang kami terapkan adalah daftar urut kepangkatan dan kinerja, bukan daftar urut kedekatan. Yang kami lihat adalah kinerja, disiplin, loyalitas, dan integritas,” tegas Shalahuddin.
Apel gabungan tersebut diakhiri dengan agenda pembacaan dan penyerahan dua bentuk bantuan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Barito Utara.
Baca juga: Bupati Barut tekankan pelatihan public speaking untuk tingkatkan kualitas SDM perempuan
Baca juga: Bupati Barut pastikan stok sembako dan harga pangan jelang Nataru
Baca juga: Pemkab Barut percepat pembangunan kawasan strategis "Muara Teweh Baru"
