Program IJD berikan nuansa baru bagi infrastruktur Desa Tinduk

id IJD, inpres jalan daerah, desa tinduk, kalteng, Sampit, kotim, Kotawaringin Timur

Program IJD berikan nuansa baru bagi infrastruktur Desa Tinduk

Foto Udara. Suasana Jalan Pelita di Desa Tinduk yang tampak asri setelah peningkatan infrastruktur jalan, Kamis (15/1/2026). ANTARA/HO-Pemdes Tinduk.

Sampit (ANTARA) - Pelaksanaan program Inpres Jalan Daerah (IJD) memberikan nuansa baru di Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah yang tidak hanya melancarkan mobilitas masyarakat dan pertanian, tetapi juga menjadi objek wisata baru.

“Kami dari pemerintah desa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Jalan ini sangat membantu masyarakat menuju kebun maupun ke Kota Sampit. Mobilitas warga jadi jauh lebih mudah,” kata Penjabat (Pj) Kepala Desa Tinduk Zikrillah di Sampit, Jumat.

Lokasi yang dimaksud adalah Jalan Pelita, yang kini tampilannya sudah jauh berbeda setelah mendapat program IJD untuk peningkatan infrastruktur jalan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Belakangan lokasi tersebut menjadi sorotan warganet Kotim, karena dijadikan tempat wisata dadakan. Hamparan aspal hitam nan mulus dengan hamparan sawah hijau di kanan dan kirinya membuat suasana tampak asri dan sejuk yang dinikmati warga setiap sore.

Jalan yang dulunya rusak dan berlubang, kini menjelma menjadi daya tarik baru bagi desa dan mampu menggerakkan perekonomian setempat, baik itu dari sisi UMKM maupun para petani yang sangat terbantu lantaran akses maupun distribusi pertanian yang semakin lancar.

“Maka dari itu kami sangat bersyukur atas terealisasinya peningkatan jalan tersebut. Karena kehadiran infrastruktur yang layak menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat desa kami selama ini,” tuturnya.

Zikrillah menjelaskan, wilayah Desa Tinduk banyak pertanian produktif. Terdapat banyak kelompok tani padi, kebun sawit rakyat, kebun buah, hingga rotan. Jalan yang baik menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi hasil panen dan aktivitas ekonomi warga.

Sebelum mendapat sentuhan program IJD, kondisi Jalan Pelita kerap memprihatinkan. Pada 2024, jalan tersebut sempat mendapat pemeliharaan dari pemerintah kabupaten, ditambah upaya swadaya masyarakat dan dana desa untuk penimbunan.

Namun, kerusakan kembali muncul terutama saat musim hujan. Sekarang, setelah mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui program IJD, jalan itu sudah beraspal sampai ke muara Jalan Tjilik Riwut, meskipun belum sepenuhnya sampai ke perkampungan.

“Harapan kami ke depan, sisa sekitar dua kilometer menuju permukiman bisa dituntaskan agar akses warga benar-benar maksimal. Jalan yang tersisa itu memang masih fungsional, tapi kalau hujan sering berlubang," ujar Zikrillah.

Baca juga: DPRD Kotim dorong PBS bantu perbaiki jalan Tanjung Jariangau-Kuala Kuayan

Jalan Pelita Desa Tinduk terhubung langsung ke Jalan Tengku Gembo, Kecamatan Kota Besi, yang juga memperoleh program Inpres Jalan Daerah. Konektivitas ini semakin memperkuat akses warga antarwilayah.

Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di Jalan Pelita, pemerintah desa mengimbau warga untuk mengutamakan keselamatan.

Pihak desa telah bersinergi dengan aparat kepolisian untuk memastikan keamanan di sepanjang jalur tersebut. Patroli rutin dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan atau gangguan ketertiban umum.

"Kami minta warga tetap hati-hati dan jangan berada di tengah jalan. Kami sudah berkoordinasi dengan Polsek dan Bhabinkamtibmas untuk pengamanan rutin setiap sore," pungkas Zikrillah.

Awal Oktober 2025 lalu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama menyampaikan ada dua jalan di Kotim yang mendapat program IJD dengan total anggaran hampir Rp30 miliar.

“Alhamdulillah Kotim atas arahan Bupati mengusulkan IJD dan kita mendapatkan dua sekaligus,” kata Mentana.

Dua program IJD yang diterima Kotim pada 2025 adalah untuk preservasi Jalan Pelita Desa Tinduk Kecamatan Baamang, sepanjang 3,12 kilometer dengan anggaran Rp15.083.091.000.

Ia menambahkan, jalan yang bisa diusulkan untuk program IJD tentunya harus memenuhi kriteria tertentu, antara lain jalan tersebut menuju jalur nasional dan kondisi jalan rusak berat (RB). Kedua jalan di atas telah memenuhi kriteria tersebut.

“Contohnya, Jalan Tengku Gembo kondisinya sudah rusak berat dan kalau hujan becek, makanya bisa lolos IJD. Karena yang ditangani IJD pasti jalan yang RB, dan kalau tidak salah disana juga ada SMA, jadi termasuk jalan pendidikan yang perlu diperhatikan,” demikian Mentana.

Baca juga: Karhutla di Kotim hanguskan enam hektare lahan

Baca juga: BKSDA Sampit pasang perangkap incar beruang madu yang resahkan warga

Baca juga: Wabup Kotim kawal aksi kemanusiaan untuk korban banjir Sumut


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.