
Vitamin C dan zinc tingkatkan imunitas saat puasa

Jakarta (ANTARA) - Dokter umum lulusan Universitas Indonesia dr. Irwan Heriyanto mengatakan suplemen mengandung vitamin C dan zinc baik untuk dikonsumsi selama bulan puasa Ramadhan untuk menjaga daya tahan tubuh.
'Untuk pertahanan tubuh, mencegah infeksi dan sebagainya, biasanya vitamin C dan yang banyak mengandung zinc juga itu sebetulnya sudah cukup,' kata Irwan dalam diskusi kesehatan bersama Halodoc di Jakarta, Rabu.
Irwan mengatakan, bulan puasa Ramadhan yang jatuh pada bulan Februari mendatang kemungkinan masih dalam masa musim hujan.
Untuk menjaga daya tahan tubuh dan bertahan dari penyakit yang mengintai saat berpuasa di tengah cuaca hujan, vitamin C dan zinc cukup.
Cuaca hujan juga cukup memberi keuntungan bagi umat muslim yang menjalankan puasa karena kondisi suhu yang lebih dingin dan akan mengurangi efek dehidrasi.
Irwan mengatakan cuaca dingin juga akan mengurangi masalah vertigo atau pusing berputar secara tiba-tiba yang menjadi salah satu gangguan kesehatan umum selama bulan Ramadhan.
'Kalau di bulan puasanya itu musim hujan, itu memang lebih enak katanya, lebih tidak panas, tidak terlalu dehidrasi, tidak keluar keringat terlalu banyak. Sehingga tadi yang hidrasi terkait dengan vertigo dan lain sebagainya itu mungkin bisa reduksi,' kata Board of Medical Excellence Halodoc ini.
Irwan mengatakan bulan puasa adalah waktu bagi sel-sel dalam tubuh untuk 'self cleaning" dari racun yang mungkin mengendap selama 12 bulan.
Irwan menyarankan untuk mengurangi peradangan atau infeksi selama bulan Ramadhan, diimbau untuk mengurangi makanan manis saat berbuka puasa.
Makanan manis berlebihan bisa memicu timbulnya berbagai peradangan maupun penyakit misalnya gula darah yang melonjak tinggi mengakibatkan berbagai penyakit kronis, hingga masalah kesehatan kulit seperti berjerawat.
Ia mengatakan asupan gula tidak hanya dari makanan yang berbahan dasar gula, namun juga dari nasi yang sehari-hari dimakan. Maka itu perlu lebih bijak dalam memilih makanan dengan mengatur mindset bahwa rasa manis hanya untuk memenuhi hasrat di dalam mulut saja.
'Itu sebenarnya rasanya cuma yang di mulut aja. Lewat dari leher sini udah nggak ada rasanya. Rasanya enaknya cuma di sini (di mulut). Jadi itu yang mungkin dicamkan di kita bahwa sebetulnya apa yang kita makan itu hanya untuk cukup saja, jangan terlalu berlebihan.... Hanya ingin mencicip saja, ingin mencoba, ya silakan. Tapi apa-apa yang kebanyakan itu enggak bagus,' kata Irwan.
Pewarta : Fitra Ashari
Editor:
Nano Ridhansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
