Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Kotim buktikan tetap tingkatkan infrastruktur meski efisiensi anggaran

Jumat, 23 Januari 2026 22:25 WIB
Image Print
Kepala SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur, Mentana Dhinar Tistama saat menyampaikan capaian kegiatan selama 2025 di hadapan wartawan, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah membuktikan komitmen untuk tetap meningkatkan pembangunan infrastruktur meski sedang dihadapkan pada efisiensi anggaran.

"Meskipun pagu anggaran kita pada 2025 dilakukan efisiensi, tetapi kita tetap melaksanakan pembangunan. Ada lebih dari 200 paket kegiatan yang sudah dilaksanakan. Alhamdulillah itu bisa meningkatkan kondisi jalan kita," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Penataan Ruang Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur, Mentana Dhinar Tistama di Sampit, Jumat.

Penjelasan itu disampaikan Mentana saat silaturahim dengan wartawan. Dia didampingi sekretaris dan sejumlah kepala bidang di Dinas SDABMBKPRKP Kotawaringin Timur.

Mentana menjelaskan, total panjang jaringan jalan di Kotawaringin Timur pada tahun 2024 dan 2025 tetap sama, yakni 2.024,06 km. Namun pada 2025 terjadi peningkatan kualitas jalan, khususnya pada jalan beraspal dan perkerasan beton.

Panjang jalan beraspal meningkat dari 592,67 km menjadi 612,67 km, dengan kondisi baik bertambah dari 412,83 km menjadi 442,83 km dan rusak berat menurun.

Jalan perkerasan beton juga menunjukkan perbaikan, ditandai dengan peningkatan kondisi baik menjadi 191,26 km, serta penurunan kondisi rusak berat. Sementara itu, panjang jalan agregat/tanah menurun dari 1.043,67 km menjadi 1.018,67 km, seiring dengan berkurangnya ruas jalan rusak dan rusak berat.

"Secara keseluruhan, capaian tahun 2025 menunjukkan peningkatan kualitas jaringan jalan sebagai hasil dari kegiatan peningkatan dan pemeliharaan jalan yang dilaksanakan OPD," timpalnya.

Baca juga: Pembangunan infrastruktur Kotim tetap prioritas meski DBH sawit menyusut

Ditambahkan Mentana, pada 2025 lalu realisasi panjang jalan kabupaten beraspal meningkat dari 592,67 km menjadi 612,67 km, menunjukkan adanya peningkatan kualitas permukaan jalan. Perkerasan beton juga mengalami kenaikan dari 387,72 km menjadi 392,72 km.

Sementara itu, panjang jalan agregat/tanah menurun dari 1.043,67 km menjadi 1.018,67 km, yang mengindikasikan peralihan atau peningkatan jalan ke permukaan yang lebih baik.

Secara keseluruhan, capaian tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan dalam peningkatan kualitas infrastruktur jalan kabupaten.

Sementara itu, untuk bidang jembatan, pada 2024 hingga 2025, jumlah jembatan yang dikelola tetap sebanyak 232 unit dengan total panjang 4.834,0 meter. Terjadi pergeseran jenis konstruksi jembatan, di mana jembatan kayu menurun dari 150 unit (3547,5 m) menjadi 148 unit (3.517,5 m).

Sebaliknya, jembatan beton meningkat dari 69 unit (521,5 m) menjadi 70 unit (531,5 m), dan jembatan baja bertambah dari 13 unit (765,0 m) menjadi 14 unit (785,0 m). Kondisi ini menunjukkan adanya upaya peningkatan kualitas struktur jembatan dari kayu ke konstruksi yang lebih permanen.

"Masih banyak jalan kita yang rusak dan perlu perhatian. Mohon doanya karena jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya tetap menjadi prioritas pada 2026 ini," demikian Mentana.

Baca juga: Wabup Kotim tekankan sinergi lintas sektoral menghadapi ancaman karhutla

Baca juga: Legislator Kalteng ini tidak setuju kepala daerah dipilih DPRD

Baca juga: Pemkab Kotim tetapkan Siaga Darurat Karhutla selama sebulan



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026