
Pemkab Kotim revitalisasi 11 bangunan SMP

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah memulai proyek pembangunan fisik dalam rangka revitalisasi atau memperbaiki sebanyak 11 bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Kami telah meresmikan proyek pembangunan sekolah yang anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui bidang Pembinaan SMP,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim Yolanda Lonita Fenisia di Sampit, Selasa.
Ia menjelaskan, program revitalisasi ini merupakan hasil perencanaan dan pengusulan pada 2025 lalu dengan total anggaran Rp12.009.189.829, baik itu melalui dana APBD maupun APBN, yang baru bisa terlaksana pada awal 2026 ini.
Program revitalisasi ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas melalui perbaikan sarana prasarana.
Program bantuan ini menyasar bukan hanya sekolah dalam kota, tapi juga di kecamatan-kecamatan luar Kota Sampit, dengan total 11 sekolah, meliputi SMPN 1 Antang Kalang, SMPN Satu Atap 2 Antang Kalang, SMPN 9 Sampit, SMPN 11 Sampit.
Selanjutnya, SMPN 2 Mentaya Hilir Selatan, SMPN 1 Sampit, SMPN 1 Parenggean, SMPN 2 Pulau Hanaut, SMPN 6 Sampit, SMPN Satu Atap 1 Mentaya Hulu dan SMPN 1 Telawang.
“Alokasi anggaran untuk masing-masing sekolah sudah diatur sesuai kebutuhan dan berdasarkan usulan sebelumnya. Walaupun dilaksanakan pada 2026, tapi ini sebenarnya bagian dari program 2025,” lanjutnya.
Baca juga: Kasus HIV/AIDS di RSUD dr Murjani didominasi kelompok usia produktif
Revitalisasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam pemerataan kualitas pendidikan hingga ke pelosok kecamatan.
Ia berharap proses revitalisasi ini dapat berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan agar gedung-gedung tersebut dapat segera difungsikan secara optimal.
Dengan fasilitas yang lebih representatif, diharapkan tidak ada lagi kendala fisik bangunan yang dapat mengganggu konsentrasi siswa. Disamping itu, baik guru maupun peserta didik menjadi lebih termotivasi serta produktif dengan dukungan sarana prasarana yang lebih baik.
“Yang pasti, kami berharap sekolah bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik mungkin agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan mampu mencetak generasi unggul,” demikian Yolanda.
Baca juga: Pemkab Kotim pertahankan program jaminan kesehatan masyarakat di tengah efisiensi anggaran
Baca juga: DPRD Kotim tekankan perlunya langkah konkret hadapi karhutla
Baca juga: RSUD Murjani Sampit kembali layani penuh pasien stroke dan jantung
Pewarta : Devita Maulina
Editor:
Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
