Logo Header Antaranews Kalteng

Pentingnya intervensi kanker tekan beban ekonomi

Rabu, 4 Februari 2026 23:20 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pita kepedulian terhadap kanker payudara. (ANTARA/HO-Pexels.)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan menilai kanker perlu mendapatkan intervensi agar tidak menimbulkan beban baik dari segi kesehatan maupun ekonomi bagi pasien penyakit tersebut.

Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan dr. Niken Wastu Palupi mengatakan kasus kanker di Indonesia akan terus meningkat sampai 70 persen pada tahun 2050 jika tidak dibarengi dengan langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini yang kuat.

"Saat ini sekitar 400 ribuan insiden atau kasus kanker baru yang terdeteksi, dan itu setiap tahun, dan akan kematiannya bisa mencapai sekitar 240 ribu, jadi lebih dari 70 persen bisa ada kematian. Tanpa ada intervensi yang efektif beban kanker akan semakin besar baik kesehatan maupun ekonomi,” kata Niken di Jakarta, Rabu.

Kanker secara luas akan berdampak pada terganggunya ekonomi, biaya pengobatan yang tinggi, hilangnya produktivitas pasien dan dampak psikologis pasien maupun lingkungan serta keluarga.

Niken mengatakan kegiatan edukasi yang dilakukan dengan cara pameran karya seni bekerja sama dengan sektor swasta di bidang kesehatan menjadi salah satu upaya promosi dan preventif mengingatkan semua orang bahwa kanker bisa terjadi pada semua orang.

"Dan melalui pameran ini, kita dapat melihat bagaimana partisipasi dari berbagai lapisan masyarakat, terutama pasien dan penyintas kanker dan caregiver (perawat) yang disampaikan melalui karya seni yang dapat mewakili perasaan mereka, kami berharap kegiatan ini terus dilanjutkan dan diperkuat oleh mitra lainnya," kata Niken.

Deteksi dini, yang belakangan ini kerap dikampanyekan, membuat masyarakat menjadi semakin sadar tentang kanker, termasuk penyebab dan pencegahan penyakit tersebut.Pemerintah tidak hanya berfokus pada kurasi, namun, juga edukasi bagaimana satu penyakit menjadi penyakit kronis, dengan meluncurkan rencana aksi nasional kanker tahun 2024-2034. Aksi tersebut juga merupakan upaya pemerintah bersama masyarakat untuk menurunkan kanker dan memperkuat skrining untuk deteksi.



Pewarta :
Editor: Nano Ridhansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026