Logo Header Antaranews Kalteng

Menpar gandeng industri majukan pariwisata

Rabu, 4 Februari 2026 23:28 WIB
Image Print
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. (ANTARA/HO-Minang Geopark Run 2025)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan dialog dengan mitra industri dan asosiasi untuk menyamakan persepsi sekaligus membahas berbagai peluang strategis dan tantangan dalam pengembangan pariwisata nasional.

“Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan berbagai pencapaian positif yang patut kita syukuri bersama. Kualitas pariwisata kita semakin diakui dunia melalui beragam penghargaan internasional yang kita terima," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Pada pertemuan bertajuk “Industri Berbicara” yang digelar di Jakarta, Selasa (3/2), Widiyanti menekankan bahwa forum ini menjadi ruang dialog langsung untuk menyerap aspirasi industri, memahami isu-isu kunci di lapangan, serta menghimpun masukan guna memperkuat arah program pariwisata nasional.

Upaya ini diharapkan semakin relevan seiring berbagai capaian pariwisata Indonesia sepanjang 2025 yang memperoleh berbagai penghargaan dan pengakuan di tingkat internasional.

Menurutnya capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi erat antara Kementerian Pariwisata dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi pelaku wisata.

Widiyanti menyatakan bahwa kolaborasi yang perlu diperkuat bersama dapat dimulai dari kebersihan, higienitas destinasi, kualitas pelayanan, kesiapan infrastruktur, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, hingga keberlanjutan lingkungan yang ramah bagi wisatawan dan masyarakat setempat.

Melalui forum ini, ia berharap bisa terbangun pertukaran gagasan yang konstruktif antara pemerintah dan pelaku industri, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk merumuskan langkah-langkah strategis pengembangan pariwisata nasional.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa turut menambahkan sejumlah isu utama yang menjadi sorotan dalam diskusi.

Di antaranya penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penerapan standar keselamatan, strategi pemasaran destinasi, penguatan infrastruktur dan konektivitas pendukung, serta kejelasan dan kepastian regulasi.

“Kami berharap perwakilan asosiasi dapat memberikan masukan konkret terhadap upaya penyelesaian isu-isu ini,” ujar Rizki.Pihak lain yang hadir dalam acara yakni Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, jajaran pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Pariwisata, serta perwakilan dari berbagai asosiasi pariwisata di Indonesia.



Pewarta :
Editor: Nano Ridhansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026