Logo Header Antaranews Kalteng

Pemprov Kalteng kawal harga dan pasokan bapok, jaga stabilitas jelang Ramadhan

Kamis, 5 Februari 2026 11:23 WIB
Image Print
Tim gabungan yang terdiri dari Disdagperin Kalteng, Dishanpang, Bulog, TNI-Polri serta lainnya meninjau ketersediaan bapok di Pasar Besar Palangka Raya, Kamis (5/2/2026). (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengawal perkembangan harga maupun pasokan barang kebutuhan pokok atau bapok di pasaran, guna menjaga stabilitas menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng Norhani di Palangka Raya, Kamis, mengatakan kegiatan lapangan hari ini dilakukan bersama tim gabungan melakukan peninjauan ataupun pengecekan di Pasar Besar dan Pasar Kahayan, distributor dan pengecer elpiji, hingga gudang Bulog.

"Dari kegiatan lapangan ini tampak harga bapok berfluktuasi, ada yang mengalami kenaikan dan ada pula yang mengalami penurunan," terang Norhani.

Adapun yang mengalami kenaikan seperti cabai rawit, biasanya saat normal di kisaran Rp50 ribu per kilogram namun saat ini mencapai Rp100 ribu-120 ribu per kilogram.

Dia menjelaskan, kenaikan dipicu pasokan yang berasal dari luar daerah dan peningkatan permintaan. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian pihaknya untuk ditindaklanjuti lagi.

"Di sisi lain harga bawang merah mengalami penurunan, yang sebelumnya sekitar Rp38 ribu per kilogram sekarang menjadi Rp35 ribu per kilogram," terangnya.

Baca juga: Gubernur temui Menhut RI bahas optimalisasi DBH-DR untuk Kalimantan Tengah

Norhani menyampaikan untuk bapok lainnya terpantau stabil dan pasokan juga dalam kondisi mencukupi, di antaranya daging sapi yang tetap di kisaran Rp140 ribu per kilogram, maupun ayam potong Rp40 ribu-44 ribu per kilogram, sehingga aman menjelang Ramadhan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpang) Kalteng Agus Chandra mengatakan, kondisi pangan strategis saat ini dalam kondisi aman khususnya menghadapi Ramadhan.

"Memang terjadi fluktuasi terkait dengan harga, tetapi ini kondisi biasa saat menghadapi awal Ramadhan terjadi peningkatan, tapi begitu Ramadhan sudah berjalan biasanya harga itu akan kembali normal," jelasnya.

Pihaknya pun berupaya mengawal kondisi ini, hingga nantinya saat menjelang Hari Raya Idul Fitri harga-harga pangan strategis di lapangan dapat terjaga dan tidak terjadi lonjakan.

Baca juga: Perdagangan luar negeri Kalteng surplus 3.502,54 juta Dolar AS

Baca juga: Pemprov Kalteng-Kemenhut bersinergi cegah karhutla demi hutan lestari

Baca juga: Perdagangan luar negeri Kalteng capai 3.577,94 juta Dolar AS



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026