Logo Header Antaranews Kalteng

Penduduk miskin di Kalteng alami penurunan 6,05 ribu orang per September 2025

Kamis, 5 Februari 2026 14:14 WIB
Image Print
Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti saat memaparkan perkembangan penduduk miskin di provinsi setempat, Kamis (5/2/2026). ANTARA/HO-BPS Kalteng.

Tamiang Layang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Tengah per September 2025 sekitar 141,75 orang, menurun sekitar 6,05 ribu jika dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 147,80 orang.

Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti di Palangka Raya, Kamis, mengatakan berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2025–September 2025, jumlah penduduk miskin perkotaan turun sebesar 6,87 ribu orang, sedangkan di perdesaan naik sebesar 0,83 ribu orang.

"Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 5,46 persen menjadi 4,84 persen. Sementara di perdesaan, naik dari 4,97 persen menjadi 5,02 persen," tambahnya.

Adapun garis kemiskinan pada September 2025 dihitung berdasarkan pengeluaran sebesar Rp683.664,00 per kapita per bulan. Untuk itu, dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), terlihat peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan bukan makanan.

"Secara rata-rata, Garis Kemiskinan per rumah tangga pada September 2025 adalah sebesar Rp 3.158.528,00/bulan, naik sebesar 2,75 persen dibanding kondisi Maret 2025 yang sebesar Rp3.074.110,00/bulan," beber Agnes.

Sementara komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan pada September 2025 di Kalteng, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama. Di mana beras masih memberi sumbangan terbesar, yakni sebesar 21,60 persen di perkotaan dan 21,67 persen di perdesaan.

Baca juga: Perdagangan luar negeri Kalteng surplus 3.502,54 juta Dolar AS

Kemudian disusul Rokok kretek filter penyumbang terbesar kedua terhadap GK yang diantaranya 9,04 persen di perkotaan dan 12,81 persen di perdesaan. Komoditas lainnya adalah daging ayam ras 6,91 persen di perkotaan dan 5,88 persen di perdesaan, telur ayam ras 4,89 persen di perkotaan dan 3,91 persen di perdesaan, kue basah 3,28 persen di perkotaan dan 3,50 persen di perdesaan, mie instan 3,10 persen di perkotaan dan 3,45 persen di perdesaan, gula pasir 2,21 persen di perkotaan dan 3,52 persen di perdesaan, dan seterusnya.

Adapun komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan yakni, perumahan 8,70 persen untuk di perkotaan dan 8,48 persen di perdesaan, bensin 3,16 persen di perkotaan dan 3,50 persen di perdesaan, serta listrik 2,90 persen di perkotaan dan 1,61 persen di perdesaan).

"Urutan selanjutnya penyumbang garis kemiskinan di Kalteng yakni pendidikan, perlengkapan mandi, air, serta sabun cuci," demikian Agnes.

Baca juga: Terluas di Kalteng, kebun sawit sudah hampir sepertiga wilayah Kotim

Baca juga: Bulog tindaklanjuti mandat pemerintah, jaga stabilitas harga minyak goreng di Kalteng

Baca juga: Gubernur temui Menhut RI bahas optimalisasi DBH-DR untuk Kalimantan Tengah



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026