
Hitam Putih Borneo konsisten kembangkan literasi fotografi di Palangka Raya

Palangka Raya (ANTARA) - Komunitas Fotografi Hitam Putih Borneo di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, secara konsisten terus mengembangkan literasi dan keterampilan dasar fotografi bagi masyarakat setempat melalui kelas terstruktur dan kegiatan rutin.
Salah satu pendiri komunitas Fotografi Hitam Putih Borneo, Okta Wahyu, mengatakan pihaknya ingin berbagi pengetahuan dasar fotografi kepada warga Kalteng di tengah maraknya penggunaan ponsel pintar untuk memotret.
"Kami ingin berbagi pengalaman dan dasar-dasar tentang fotografi bagi masyarakat Kalteng. Sekarang ini hampir semua orang sudah memegang handphone dan bisa memotret. Jadi minimal harus mengetahui dulu tujuan kita mau apa yang ingin kita foto," kata Okta Wahyu di Palangka Raya, Kamis.
Baca juga: Mau jago foto? Hitam Putih Borneo siapkan kelas fotografi gratis
Komunitas tersebut didirikan pada 2014 oleh delapan fotografer yang memiliki kesamaan hobi, termasuk Okta Wahyu.
Tujuan utamanya menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar fotografi, dengan fokus khusus pada genre hitam putih.
Kegiatan komunitas biasanya berlangsung di sekitar Kota Palangka Raya dan beberapa daerah di luar kota. Lokasi pertemuan bersifat fleksibel, termasuk kafe-kafe yang dijadikan ruang diskusi serta evaluasi karya anggota.
Baca juga: "Workshop" Fotografi Jurnalistik digelar oleh Kantor Berita ANTARA di UGM
Untuk meningkatkan kemampuan anggota, Hitam Putih Borneo secara rutin menyelenggarakan Kelas Fotografi Borneo yang terstruktur.
Setiap angkatan diwajibkan menyelesaikan tugas akhir berupa karya foto yang kemudian dipamerkan kepada publik.
"Pada akhir program, peserta akan mempresentasikan karya mereka di depan fotografer profesional, jurnalis, dan masyarakat umum. Itu menjadi bagian dari proses pembelajaran dan penilaian," jelas Okta.
Hingga kini, komunitas telah meluluskan delapan angkatan. Angkatan kedelapan baru saja menyelesaikan program pembelajaran, dan rencananya angkatan kesembilan akan dibuka dalam dua bulan mendatang.
Baca juga: Pengelola Tebet Eco Park tegur komunitas fotografi diduga lakukan pungli ke pengunjung
Kelas belajar bersama dijadwalkan rutin setiap Sabtu dan Minggu agar mudah diikuti peserta dari berbagai latar belakang.
Selain aspek teknis, komunitas juga menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil gambar."Yang terpenting harus berani, fokus, dan perhatikan komposisi. Itu dasar yang paling sederhana," tuturnya.
Keberadaan Komunitas Hitam Putih Borneo diharapkan terus menjadi ruang edukasi sekaligus apresiasi terhadap seni fotografi di Kalimantan Tengah dan wilayah sekitarnya.
Pewarta : Intern/Marnita Sinaga/Ronny
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
