Logo Header Antaranews Kalteng

Sinergi Wilmar dan Poktan dorong ekonomi desa lewat budidaya jagung

Senin, 9 Februari 2026 14:46 WIB
Image Print
PT Karunia Kencana Permaisejati (KKP) Wilmar Group dan Kelompok Tani (Poktan) Pahari Sejahtera di Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotim menunjukkan panen hasil jagung yang berada di lahan mereka, beberapa waktu lalu. ATARA/Dokumentasi Pribadi

Sampit (ANTARA) - Kolaborasi antara PT Karunia Kencana Permaisejati (KKP) Wilmar Group dan Kelompok Tani (Poktan) Pahari Sejahtera di Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), dinilai mampu memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan budidaya jagung berbasis kemitraan.

Ketua Poktan Pahari Sejahtera Sugiarto Sumari, Senin, di Kotawaringin Timur (Kotim) mengatakan, jagung dipilih sebagai komoditas utama karena memiliki pasar yang luas, khususnya untuk kebutuhan pakan ternak, kemudian program yang dijalankan sejak 2025 tersebut tidak hanya berorientasi pada ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan petani melalui komoditas bernilai ekonomi tinggi.

“Selain masa tanamnya relatif singkat sekitar 120 hari, permintaan jagung cukup stabil sehingga memberikan kepastian bagi petani,” kata Sugiarto.

Dia menuturkan, penanaman perdana dilakukan pada Juli 2025 dan berhasil dipanen pada September 2025 dengan hasil sekitar tiga ton per hektare.

Keberhasilan tersebut mendorong kelompok tani memperluas lahan garapan dari semula dua hektare menjadi lima hektare, seiring harga jagung pipilan yang mencapai sekitar Rp7 ribu per kilogramnya.

Saat ini, Poktan Pahari Sejahtera memiliki sekitar 20 anggota aktif yang terlibat dalam pengelolaan lahan dan proses produksi.

Dalam kerja sama tersebut, Wilmar Group memberikan dukungan berupa penyediaan bibit, pupuk, alat penyiram, pompa air, hingga pembangunan embung sebagai sarana penampung air.

“Fasilitas yang diberikan sangat membantu kami dalam meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi,” ujar Sugiarto.

Sementara itu, Corporate Social Responsibility (CSR) Manager Wilmar Central Kalimantan Project Widiyanto mengatakan, kemitraan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Program ini tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani agar mampu mengelola usaha tani secara berkelanjutan,” bebernya.

Menurut Widiyanto, perusahaan juga menyiapkan pendamping lapangan untuk memberikan bimbingan teknis, mulai dari pengolahan lahan hingga pascapanen.

Selain itu, pihaknya mendorong agar hasil panen dapat diserap oleh pasar, Bulog, maupun diolah secara mandiri oleh kelompok tani dengan harga minimal sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Ia menambahkan, pengembangan jagung juga diarahkan untuk mendukung sektor peternakan lokal melalui penyediaan bahan baku pakan ternak.

“Dengan terbangunnya rantai usaha dari hulu ke hilir, ekonomi desa dapat bergerak lebih cepat, produksi ternak meningkat, dan kesejahteraan petani semakin baik,” ungkap Widiyanto.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi model kemitraan berkelanjutan antara dunia usaha dan petani dalam memperkuat ketahanan ekonomi pedesaan di Kalteng.

Baca juga: Cegah karhutla, Wilmar aktif gelar pelatihan



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026