
DPRD Kotim ingatkan pedagang tidak permainkan harga selama Ramadhan

Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memperingatkan para pedagang dan pemilik gudang agar tidak melakukan spekulasi harga selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kami mengimbau jangan sampai ada yang merugikan masyarakat lain. Harga yang dipermainkan itu akan mengganggu ekonomi kita di Kotim," kata Ketua Komisi II DPRD Kotim Akhyannoor di Sampit, Kamis.
Hal ini ia sampaikan guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah, terlebih selama momentum Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri yang tak jarang diwarnai dengan kenaikan harga pangan seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang ia terima, saat ini stok beras di Kotim dilaporkan masih aman dan harganya relatif stabil. Meski demikian, beberapa komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan harga di pasar.
Kenaikan harga ini disinyalir terjadi karena faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi gelombang laut dan menghambat jalur distribusi logistik. Hingga kini, pasokan bawang merah dan putih masih sangat bergantung pada pengiriman dari luar daerah.
Walaupun produksi lokal, seperti dari Desa Bapeang, memang sudah mulai menyuplai pasar. Namun, kapasitas produksi tersebut dinilai belum cukup kuat untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat di Kotim secara mandiri.
“Untuk masuk ke Sampit ini tergantung dari luar. Produksi kita masih terbatas, meski ada dari Desa Bapeang yang sudah bisa menyuplai sampai ke Parenggean. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih berkontribusi,” katanya.
Baca juga: Legislator Kotim dorong pembentukan perbup untuk mengikat mahasiswa kedokteran
Guna mencegah lonjakan harga yang tidak masuk akal, Komisi II DPRD Kotim berencana menggandeng dinas terkait untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak). Langkah preventif ini bertujuan memastikan para pedagang tidak mengambil keuntungan secara sepihak.
“Kami akan turun melihat langsung kondisi di pasar. Jangan sampai pedagang seenaknya menaikkan harga. Kita ingin Ramadhan sampai Lebaran tetap stabil,” tambah Politisi Partai Gerindra tersebut.
Pihak legislatif berharap adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan para pelaku usaha di Kotim. Sinergi ini dianggap krusial agar kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan momentum hari besar keagamaan tahun ini dapat berjalan kondusif tanpa dibayangi krisis pangan. Komisi II berkomitmen untuk terus memantau fluktuasi harga di pasar setiap harinya.
Akhyannoor juga memberikan peringatan keras bagi oknum yang terbukti melakukan penimbunan barang demi keuntungan pribadi. Ia memastikan bahwa tindakan ilegal tersebut akan langsung diserahkan kepada pihak berwajib untuk diproses secara pidana.
“Kalau ketahuan, tentu ranahnya ke penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, sesuai aturan yang berlaku,” demikian Akhyannoor.
Baca juga: Komitmen lindungi bangsa, Polres Kotim musnahkan sabu bernilai Rp335 juta
Baca juga: BNNP Kalteng bekuk warga Kotim simpan 1,8 kilogram sabu
Baca juga: Maskapai di Sampit diskon tiket hingga 18 persen untuk angkutan Lebaran
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
