
Wikimedia Commons diminta segera penuhi aturan PSE

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta Wikimedia Commons segera menuntaskan registrasi hingga terbit Tanda Daftar (Penyelenggara Sistem Elektronik) PSE sebagai bentuk kepatuhan atas ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Sebelumnya situs web Wikimedia Commons sempat tak bisa diakses sebagai dampak dari mekanisme pengendalian konten atas indikasi temuan konten bermuatan perjudian. Saat ini akses kepada situs tersebut telah dinormalisasi sejak Rabu (25/3) pukul 22.00 sehingga masyarakat kembali bisa mengakses situs itu.
"Tidak dapat diaksesnya Wikimedia Commons bermula dari sistem yang mendeteksi kata kunci (wording) dan konten visual yang terasosiasi memiliki kemiripan dengan kategori konten yang dilarang, khususnya perjudian, sehingga sistem memasukkan Wikimedia Commons ke dalam kategori penanganan,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar di Jakarta Pusat, Jumat.
Menurut Alex deteksi pengendalian konten itu bersifat preventif dan dalam kondisi tertentu dapat menghasilkan false positive terhadap situs yang bersifat netral dan memiliki fungsi edukatif.
"Setelah kami menerima informasi atas pemblokiran, tim teknis segera melakukan verifikasi manual atas indikasi temuan konten negatif termasuk peninjauan ulang terhadap parameter klasifikasi untuk memastikan akurasi deteksi. Begitu diketahui sebagai false positive, kami langsung melakukan normalisasi terhadap Wikimedia Commons," kata dia.
Sebagai tindak lanjut atas situasi itu, Kemkomdigi telah melakukan audit terhadap sistem serta koordinasi teknis internal tim pengendalian untuk memastikan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan mekanisme kerja untuk meningkatkan akurasi atas deteksi konten negatif.
Menurut Alex kondisi ini dapat dicegah apabila Wikimedia Commons telah masuk basis data daftar putih Kemkomdigi. Situs tersebut belum masuk daftar putih Kementerian karena belum menyelesaikan registrasi sebagai PSE.
"Kami berkomitmen untuk menjaga ruang digital Indonesia tetap aman dari konten ilegal, serta memastikan setiap langkah kebijakan dilakukan secara proporsional, berbasis bukti dan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Kepercayaan publik menjadi hal yang utama dalam setiap upaya yang kami lakukan," kata Alex.
Pewarta : Livia Kristianti
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
