Logo Header Antaranews Kalteng

Ratusan pelajar Kotim berebut 75 tiket Paskibraka 2026

Senin, 30 Maret 2026 16:37 WIB
Image Print
Ratusan pelajar SMA di Kotim mengikuti seleksi anggota Paskibraka 2026, Senin (30/3/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Sampit (ANTARA) - Sebanyak 253 pelajar tingkat SMA sederajat dari berbagai wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, resmi memulai persaingan mereka untuk memperebutkan 75 posisi kuota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026.

“Hari ini Kotim melakukan tahap seleksi calon Paskibraka yang diharapkan mampu menjadi pengibar bendera sang saka merah putih terbaik ketika ditugaskan,” kata Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Kotim Wim Reinardt Kalawa Benung di Sampit, Senin.

Mewakili Bupati Kotim Halikinnor, Wim membuka secara resmi tahapan seleksi anggota Paskibraka Kotim 2026 yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Sampit. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, di antaranya Kodim 1015/Sampit, Polres Kotim dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kotim.

Wim menyampaikan, bahwa proses seleksi ini memerlukan pengorbanan, semangat, kerja keras, serta ketekunan tinggi karena para peserta dipersiapkan untuk menjadi pengibar sang saka merah putih terbaik saat penugasan nanti.

Oleh karena itu, ia berpesan agar seluruh peserta seleksi dapat mempersiapkan diri dengan maksimal dan mengikuti seluruh tahapan dengan serius.

Calon Paskibraka juga diharapkan mampu memberikan pengaruh positif baik di lingkungan tempat tinggal masing-masing maupun dalam pergaulan di masyarakat.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya mengucapkan selamat kepada siswa-siswi yang terpilih menjadi peserta seleksi. Semoga anakanda sukses dan menjadi utusan Kotim di tingkat provinsi hingga nasional,” ucapnya.

Disamping itu, ia juga memberikan instruksi khusus kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta panitia agar menjalankan proses seleksi secara objektif, adil dan sangat selektif demi menjaga kualitas perwakilan daerah.

“Besar harapan kami anak-anak di Bumi Habaring Hurung ini bisa menjadi ujung tombak dalam membangun persatuan bangsa, mempertahankan persaudaraan, dan kekompakan sebagai kader bangsa menuju masa depan,” demikian Wim.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kesbangpol Kotim, Eddy Hidayat Setiadi memaparkan bahwa seleksi tahun ini diikuti oleh 152 putra dan 101 putri yang berasal dari 34 sekolah di 13 kecamatan berbeda di wilayah Kotim.

Baca juga: Realisasi pendapatan daerah Kotim pada 2025 capai 88,98 Persen

Peserta mencakup pelajar dari SMA/SMK/MA negeri maupun swasta, termasuk keterwakilan dari sekolah di lingkungan Pondok Pesantren hingga sekolah yang berada di area perkebunan kelapa sawit.

“Antusiasme pelajar Kotim untuk mengikuti seleksi Paskibraka tahun ini cukup tinggi. Meskipun, ada empat kecamatan yang tidak mengirimkan siswanya pada seleksi tahun ini, karena sesuatu dan lain hal. Namun, kami optimis bisa menjaring yang terbaik dari peserta ini ada,” tuturnya.

Eddy Hidayat menambahkan, Paskibraka bukan sekadar baris-berbaris, melainkan program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila melalui pembinaan kepemimpinan, keterampilan dan kedisiplinan.

Tujuan utama program ini adalah meningkatkan jiwa nasionalisme, memupuk rasa tanggung jawab, serta membekali para anggota dengan berbagai keterampilan hidup yang sangat berguna untuk masa depan mereka.

Melalui seleksi ketat ini, Pemkab Kotim berharap para pelajar yang terpilih nantinya mampu memberikan pengaruh positif, baik di lingkungan tempat tinggal maupun dalam pergaulan masyarakat luas.

“Paskibraka bertugas menaikkan dan menurunkan bendera pada HUT RI, Hari Lahir Pancasila, dan kegiatan resmi lainnya. Formasinya terdiri dari pasukan 45, 17, dan 8 sesuai ketentuan BPIP Pusat,” jelas Eddy.

Salah seorang peserta seleksi, Alia Restiana yang merupakan pelajar SMAN 3 Sampit, menyatakan bahwa motivasinya mengikuti seleksi ini adalah untuk mengembangkan diri, potensi, serta melatih mental dan nasionalisme.

“Motivasi mengikuti seleksi ini untuk mengembangkan diri dan potensi, sekaligus sebagai wujud rasa nasionalisme dan tanggung jawab serta mental. Juga untuk membanggakan orangtua dan sekolah,” ungkap siswi kelas X ini.

Alia mengaku telah melakukan berbagai persiapan matang sebelum mengikuti seleksi, mulai dari latihan fisik secara rutin, latihan baris-berbaris, hingga memperdalam pemahaman mengenai wawasan kebangsaan.

Ia sangat berharap seluruh kerja kerasnya tersebut membuahkan hasil manis. "Harapannya bisa lolos seleksi dan menjadi anggota Paskibraka tahun ini,” demikian Alia.

Baca juga: Posko Angkutan Lebaran ditutup, penumpang di Pelabuhan Sampit turun 2.643 orang

Baca juga: Bupati Kotim perketat aturan penyaluran hibah dan bansos

Baca juga: Wabup Kotim dukung PP Tunas untuk lindungi anak dari paham menyimpang



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026