
Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun musnahkan barang sitaan

Pangkalan Bun (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memusnahkan barang sitaan hasil razia dari warga binaan setempat.
"Pemusnahan ini sebagai bagian komitmen kita dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan lapas," kata Kepala Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun Dawa'i, Senin.
Dia menyebutkan, dalam kegiatan tersebut pihaknya memusnahkan sebanyak 140 unit telepon seluler, serta barang sitaan lainnya.
Kegiatan ini menjadi langkah pihaknya dalam menciptakan suasana yang aman, tenteram, dan nyaman bagi seluruh warga binaan maupun petugas di area Lapas Pangkalan Bun.
"Terutama untuk mewujudkan lapas yang bebas dari Halinar, yakni handphone, pungutan liar, dan narkoba," sebutnya.
Pemusnahan barang sitaan hasil razia tersebut merupakan sebagai rangkaian pihaknya, dalam memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 tahun 2026.
Baca juga: Bupati Kobar doakan kelancaran 161 calon haji menjalankan ibadah
Dawa'i menyampaikan, hal yang menjadi fokus utama pihaknya saat ini yaitu memastikan tidak ada praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Lapas, sebagai upaya dalam menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas.
“Kami berkomitmen tidak akan melakukan pungli terhadap warga binaan. Sehingga dengan hal itu dapat tercipta suasana yang aman dan tentram di dalam lapas,” disampaikannya.
Selain itu, dirinya mengungkapkan bahwa, kapasitas lapas saat ini mengalami kelebihan penghuni atau over kapasitas.
"Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun ini hanya memiliki kapasitas sekitar 200 orang, namun saat ini dihuni sebanyak 770 orang warga binaan," ungkapnya.
Menurutnya, dengan jumlah tersebut sudah sangat melebihi kapasitas yang ada. Karena Lapas tersebut tidak hanya menampung napi dari Kabupaten Kobar saja, tetapi juga dari Kabupaten Lamandau.
Dari total penghuni tersebut, kasus yang paling mendominasi adalah narkotika, dengan persentase hampir mencapai 50 persen.
"Dengan kondisi Lapas yang melebihi kapasitas tersebut, pihaknya berkomitmen akan terus meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan rutin melaksanakan tes urine bagi warga binaan setiap bulannya," demikian Dawa'i.
Baca juga: Wabup Kobar sebut semangat otonomi penggerak terwujudnya pemerintahan lebih baik
Baca juga: Bupati Kotawaringin Barat: Transaksi non tunai wujudkan pemerintahan desa bersih
Baca juga: Bulog Kobar jamin stok beras aman hingga akhir tahun
Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
