Logo Header Antaranews Kalteng

Dua rumah di Kobar hangus terbakar diduga akibat korsleting listrik

Jumat, 22 Mei 2026 21:36 WIB
Image Print
Damkar Kobar saat melakukan penanganan pemadaman terhadap bangunan yang terdampak, Jumat (22/5/2026) malam. ANTARA/Safitri RA.
...pada kejadian ini terdapat satu korban seorang ibu-ibu yang saat ini sudah di evakuasi ke Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dan juga anggota dari Damkar Kobar.

Pangkalan Bun (ANTARA) - Dua unit rumah di Jalan Bagong RT 3, Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah hangus di lahap si jago merah diduga korsleting listrik.

"Dugaan sementara untuk sumber api tersebut akibat korsleting listrik dari salah satu rumah. Sehingga api membesar dan merembet ke rumah lainnya,," kata Kepala Damkar Kobar Dwi Agus Suhartono di Pangkalan Bun, Jumat.

Dia mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa telah terjadi kebakaran sekitar pukul 18.15. setelah mendapatkan laporan tersebut anggotanya langsung di tugaskan.

"Pada tindakan pertama kami langsung meluncurkan sebanyak empat unit armada untuk respon penanganan awal," ucapnya.

Dalam penanganan ini pihaknya dibantu oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek Kumai, Babinsa Kelurahan Candi, dan Rumah Singgah.

Dwi menyebutkan, sebanyak tiga belas unit armada pemadam kebakaran di kerahkan pada kejadian tersebut.

"Untuk total unit yang dikerahkan dari kita sebanyak enam unit, Empat unit dari BPBD Kobar, satu unit swadaya masyarakat, satu unit rumah singgah dan satu unit damkar PT Pelindo," katanya.

Selain itu, ia mengatakan disiagakan juga satu unit ambulan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kobar dan satu unit ambulan swadaya masyarakat.

Dia mengungkapkan, pada kejadian ini terdapat satu korban seorang ibu-ibu yang saat ini sudah di evakuasi ke Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dan juga anggota dari Damkar Kobar.

"Dugaan sementara korban terlalu banyak menghirup asap. Sementara dari anggota kami ada satu orang yang tumbang, karena terlalu terpapar oleh asap," ucapnya.

Kobaran api yang sangat besar tersebut, menyebabkan masyarakat berbondong-bondong padati lokasi kejadian.

Dia menambahkan, dirinya mengimbau kepada masyarakat apabila terjadi kebakaran untuk tidak terlalu mendekat dengan lokasi kejadian.

"Kita tidak bisa menduga bahaya apa yang akan terjadi terhadap kita. Maka dimohon untuk jaga jarak dari lokasi, serta dengan hal itu anggota kita yang bertugas bisa memadamkan api dengan cepat dan lancar," demikian Agus Dwi.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026