Tiga Pac Demokrat Tolak Hasil Muscab
Kamis, 22 November 2012 18:37 WIB
ist (istimewa)
Palangka Raya, 22/11 (ANTARA) - Tiga ketua pengurus anak cabang (PAC) Partai Demokrat Palangka Raya memprotes dan menolak hasil musyawarah cabang (Muscab) II Partai Demokrat yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Kota Palangka Raya.
"Kami protes dan menolak hasil Muscab tersut karena pelaksanaan pemilihan pengurus Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palangka Raya periode 2012-2017 penuh rekayasa," kata Ketua PAC Sebangau Setio Budiono di Palangka Raya, Kamis.
Mereka yang protes itu adalah Ketua PAC Rakumpit, Darwin, Ketua PAC Sebangau, Setio Budiono, dan Ketua PAC Bukit Batu, Sayu.
Dia mengatakan, dari awal ketika ingin dilaksanakannya Muscab mereka tidak pernah mendapat undangan resmi dari panitia. Undangan hanya disampaikan melalui pesan singkat ponsel genggam.
Bahkan ketika dilakukan pemilihan, hak memilih ketiga ketua PAC tersebut ingin digantikan oleh pengurus yang lain. Namun diprotes dan akhirnya hak para ketua dikembalikan untuk memilih, kata dia.
"Kami menilai, terpilihnya Ummi Mustika yang juga istri Sekretaris DPD Demokrat Kalteng Srio Sako sudah direncanakan dari awal sehingga saat pemilihan terjadi kejanggalan. Kami akan segera melaporkan kepada dewan pengawas partai," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua PAC Bukit Batu, Sayu. Mereka menyatakan akan mundur dari kepengurusan Partai Demokrat bila hasil Muscab tersebut tetap diteruskan dan diakui DPD atau DPP karena prosesnya dinilai tidak sesuai prosedur.
Efraim Baboe yang juga mencalonkan diri pada Muscab II tersebut merasa prihatin dengan proses pelaksanaannya. Bahkan pihaknya juga melakukan aksi protes dengan melepas atribut partai yang dikenakan saat pelaksanaan muscab tersebut.
"Seandainya pemilihan pengurus DPC sesuai prosedur dan dilakukan tanpa rekayasa tentu saya akan menerimanya. Sayangnya semua seperti sudah diatur, bahkan apabila tidak protes hak para pemilik suara dihilangkan karena diganti dengan pengurus lain," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPD Demokrat Provinsi Kalteng Srio Sako menjelaskan, perbedaan pendapat dan aksi protes dalam dunia demokrasi itu hal biasa sepanjang yang diprotes dan disampaikan berdasarkan logika tanpa mengada-ada.
"Terkait dengan hak pemilih, hal itu sudah kami penuhi sehingga proses pemilihan pengurus PAC betul-betul berjalan sesuai prosedur," jelas Sako.
Dia mengharapkan, apabila ada ketidakpuasan silahkan disampaikan langsung kepada pengurus Demokrat dan didiskusikan, tidak perlu membuat polemik berkepanjangan.
Muscab II Partai Demokrat Kota Palangka Raya mengusulkan dua nama calon ketua, yakni Ummi Mustika dan Efraim Baboe. Hasilnya lima dari delapan suara yang diperebutkan memilih Ummi Mustika, dan tiga suara untuk Efraim Baboe.
(T.KR-TVA/B/S019/S019)
"Kami protes dan menolak hasil Muscab tersut karena pelaksanaan pemilihan pengurus Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palangka Raya periode 2012-2017 penuh rekayasa," kata Ketua PAC Sebangau Setio Budiono di Palangka Raya, Kamis.
Mereka yang protes itu adalah Ketua PAC Rakumpit, Darwin, Ketua PAC Sebangau, Setio Budiono, dan Ketua PAC Bukit Batu, Sayu.
Dia mengatakan, dari awal ketika ingin dilaksanakannya Muscab mereka tidak pernah mendapat undangan resmi dari panitia. Undangan hanya disampaikan melalui pesan singkat ponsel genggam.
Bahkan ketika dilakukan pemilihan, hak memilih ketiga ketua PAC tersebut ingin digantikan oleh pengurus yang lain. Namun diprotes dan akhirnya hak para ketua dikembalikan untuk memilih, kata dia.
"Kami menilai, terpilihnya Ummi Mustika yang juga istri Sekretaris DPD Demokrat Kalteng Srio Sako sudah direncanakan dari awal sehingga saat pemilihan terjadi kejanggalan. Kami akan segera melaporkan kepada dewan pengawas partai," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua PAC Bukit Batu, Sayu. Mereka menyatakan akan mundur dari kepengurusan Partai Demokrat bila hasil Muscab tersebut tetap diteruskan dan diakui DPD atau DPP karena prosesnya dinilai tidak sesuai prosedur.
Efraim Baboe yang juga mencalonkan diri pada Muscab II tersebut merasa prihatin dengan proses pelaksanaannya. Bahkan pihaknya juga melakukan aksi protes dengan melepas atribut partai yang dikenakan saat pelaksanaan muscab tersebut.
"Seandainya pemilihan pengurus DPC sesuai prosedur dan dilakukan tanpa rekayasa tentu saya akan menerimanya. Sayangnya semua seperti sudah diatur, bahkan apabila tidak protes hak para pemilik suara dihilangkan karena diganti dengan pengurus lain," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPD Demokrat Provinsi Kalteng Srio Sako menjelaskan, perbedaan pendapat dan aksi protes dalam dunia demokrasi itu hal biasa sepanjang yang diprotes dan disampaikan berdasarkan logika tanpa mengada-ada.
"Terkait dengan hak pemilih, hal itu sudah kami penuhi sehingga proses pemilihan pengurus PAC betul-betul berjalan sesuai prosedur," jelas Sako.
Dia mengharapkan, apabila ada ketidakpuasan silahkan disampaikan langsung kepada pengurus Demokrat dan didiskusikan, tidak perlu membuat polemik berkepanjangan.
Muscab II Partai Demokrat Kota Palangka Raya mengusulkan dua nama calon ketua, yakni Ummi Mustika dan Efraim Baboe. Hasilnya lima dari delapan suara yang diperebutkan memilih Ummi Mustika, dan tiga suara untuk Efraim Baboe.
(T.KR-TVA/B/S019/S019)
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Empat ketua PAC Partai Demokrat Barsel dipidanakan diduga lakukan hal ini
29 March 2018 9:00 WIB, 2018
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
'Update' terkini, waktu peluncuran hingga Kartu Huma Betang berbasis teknologi
29 January 2026 17:06 WIB
DPRD Kalteng minta Disdik perkuat fasilitas pendukung digitalisasi pembelajaran
28 January 2026 13:48 WIB
Kejati Kalteng kembali terima Rp1,1 miliar pengembalian kerugian negara korupsi zirkon
27 January 2026 17:07 WIB
Kanwil Kemenkum Kalteng-DPRD Kalteng perkuat sinergi pembentukan produk hukum
27 January 2026 16:17 WIB