Komoditi Unggulan Barsel Nenas Parigi Terdaftar Di Kementan RI
Senin, 22 April 2013 23:19 WIB
Ilustrasi (Istimewa)
Buntok, Kalteng 22/4 (ANTARA) - Varietas tanaman nenas Parigi yang merupakan salah satu komoditi unggulan Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah telah terdaftar di Kementerian Pertanian sebagai tanaman hortikultura khas kabupaten tersebut.
Bupati Barsel Ir HM Farid Yusran, MM, di Buntok, Senin mengatakan pihaknya bersyukur karena tanaman nenas Parigi kini memiliki kekuatan hukum dan pengakuan secara nasional sebagai tanaman khas Barsel.
Ini penting supaya nenas parigi menjadi salah satu komoditi unggulan tingkat nasional. Pemerintah berupaya meningkatkan produksi nenas tersebut dengan memperluas lahan dan melakukan penanaman secara massal.
"Kita telah instruksikan Dinas Pertanian dan Perkebunan melakukan penanaman nenas secara massal, terutama di wilayah kecamatan Dusun Selatan dan Dusun Utara yang merupakan tempat asal tumbuhnya tanaman hortikultura tersebut," kata Farid Yusran.
Dia menjelaskan, nenas Parigi yang dijual di sejumlah mall di pulau Jawa itu memiliki karakter spesifik tidak menimbulkan gatal dan rasa manisnya di atas rata-rata nenas sejenis sehingga bagian dalam buah nenas tersebut dapat dimakan.
"Nenas Parigi merupakan tanaman hortikultura yang dapat tumbuh dilahan gambut tanpa memerlukan pemupukan dengan hasil produksi rata-rata 50-60 ton buah nenas per hektare," katanya.
Uniknya manakala tanaman ini ditanam di wilayah lain, rasa lezat akan bekurang. Ini pernah dicoba ditanam di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) yang kultur tanahnya sama dengan Barsel, bahkan pernah dicoba ditanam di pulau Jawa.
Kepala Balai pengawasan dan sertifikasi benih tanaman pangan dan hortikultura (BPSBTPH) Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng Sumarli mengatakan, nenas Parigi sudah terdaftar di kementan RI, namun masih belum menjadi komoditas unggulan secara nasional.
Oleh sebab itu dia mengharapkan pemerintah kabupaten Barsel dapat mengupayakan agar nenas Parigi menjadi varietas unggulan nasional dan menjadi konsumsi masyarakat Indonesia di masa mendatang.
(T.KR-BYU/C/S019/S019)
Bupati Barsel Ir HM Farid Yusran, MM, di Buntok, Senin mengatakan pihaknya bersyukur karena tanaman nenas Parigi kini memiliki kekuatan hukum dan pengakuan secara nasional sebagai tanaman khas Barsel.
Ini penting supaya nenas parigi menjadi salah satu komoditi unggulan tingkat nasional. Pemerintah berupaya meningkatkan produksi nenas tersebut dengan memperluas lahan dan melakukan penanaman secara massal.
"Kita telah instruksikan Dinas Pertanian dan Perkebunan melakukan penanaman nenas secara massal, terutama di wilayah kecamatan Dusun Selatan dan Dusun Utara yang merupakan tempat asal tumbuhnya tanaman hortikultura tersebut," kata Farid Yusran.
Dia menjelaskan, nenas Parigi yang dijual di sejumlah mall di pulau Jawa itu memiliki karakter spesifik tidak menimbulkan gatal dan rasa manisnya di atas rata-rata nenas sejenis sehingga bagian dalam buah nenas tersebut dapat dimakan.
"Nenas Parigi merupakan tanaman hortikultura yang dapat tumbuh dilahan gambut tanpa memerlukan pemupukan dengan hasil produksi rata-rata 50-60 ton buah nenas per hektare," katanya.
Uniknya manakala tanaman ini ditanam di wilayah lain, rasa lezat akan bekurang. Ini pernah dicoba ditanam di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) yang kultur tanahnya sama dengan Barsel, bahkan pernah dicoba ditanam di pulau Jawa.
Kepala Balai pengawasan dan sertifikasi benih tanaman pangan dan hortikultura (BPSBTPH) Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng Sumarli mengatakan, nenas Parigi sudah terdaftar di kementan RI, namun masih belum menjadi komoditas unggulan secara nasional.
Oleh sebab itu dia mengharapkan pemerintah kabupaten Barsel dapat mengupayakan agar nenas Parigi menjadi varietas unggulan nasional dan menjadi konsumsi masyarakat Indonesia di masa mendatang.
(T.KR-BYU/C/S019/S019)
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Motorola Signature dan Edge 70 Fusion resmi meluncur dengan spesifikasi unggulan
21 April 2026 17:40 WIB
Wabup Felix sebut program unggulan dan prioritas Barut buah pemikiran kader PKB
08 April 2026 17:20 WIB
Terpopuler - Barito Selatan
Lihat Juga
Legislator Barsel sarankan pemkab rampungkan dua regulasi landasan penentuan WPR
04 May 2026 21:48 WIB