Produksi Kayu Bulat Barito Utara 55.246 Batang
Senin, 17 Februari 2014 16:17 WIB
Ilustrasi, Kayu Bulat. (ANTARA Kalteng/Untung Setiawan)
Muara Teweh (Antara Kalteng) - Produksi kayu bulat hasil tebangan perusahaan pemegang HPH di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, selama 2013 mencapai 299.112,88 meter kubik atau 55.26 batang meningkat dibanding 2012 mencapai 192.774,01 meter kubik atau 37.133 batang.
Kayu hasil produksi sejumlah perusahaan itu terdiri atas jenis meranti, rimba campuran dan kayu indah, kata Kepala Bidang Bina Produksi Kehutanan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barito Utara, Waluyo, di Muara Teweh, Senin.
Waluyo merinci, produksi kayu bulat jenis meranti sebanyak 293.699,80 m3 atau 54.134 batang, rimba campuran 4.600,77 m3 atau 956 batang dan kayu indah 812,31 m3 atau 156 batang.
Ratusan ribu meter kubik kayu bulat itu merupakan hasil tebangan perusahaan di kawasan hutan produksi terbatas (HPT) dan hutan produksi (HP), di antaranya perusahaan PT Austral Byna, PT Indexim Utama Corp, PT Sindo Lumber, PT Timber Dana, PT Meranti Sembada, PT Joloy Mosak, PT WIKI, PT Dasa Intiga dan PT Bina Multi Alam Lestari.
"Meski jumlah perusahaan yang bergerak di sektor perkayuan ini mencapai puluhan, saat ini hanya sembilan unit manajemen yang masih memproduksi kayu bulat," katanya.
Sebelum perusahaan itu membawa atau menjual keluar daerah, perusahaan tersebut diwajibkan membayar Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) dan Dana Reboisasi (DR), jelasnya.
Sejumlah industri perkayuan di daerah ini dalam lima tahun terakhir sudah tidak melakukan kegiatan lagi. Mereka sebagian besar sudah tutup karena kesulitan bahan baku kayu bulat karena ketatnya peraturan pemerintah terhadap kegiatan kehutanan tersebut, ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara 2013 menargetkan produksi kayu dari berbagai jenis sebanyak 105.733 pohon atau 416.945 m3, katanya.
(T.K009/C/S004/S004)
Kayu hasil produksi sejumlah perusahaan itu terdiri atas jenis meranti, rimba campuran dan kayu indah, kata Kepala Bidang Bina Produksi Kehutanan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barito Utara, Waluyo, di Muara Teweh, Senin.
Waluyo merinci, produksi kayu bulat jenis meranti sebanyak 293.699,80 m3 atau 54.134 batang, rimba campuran 4.600,77 m3 atau 956 batang dan kayu indah 812,31 m3 atau 156 batang.
Ratusan ribu meter kubik kayu bulat itu merupakan hasil tebangan perusahaan di kawasan hutan produksi terbatas (HPT) dan hutan produksi (HP), di antaranya perusahaan PT Austral Byna, PT Indexim Utama Corp, PT Sindo Lumber, PT Timber Dana, PT Meranti Sembada, PT Joloy Mosak, PT WIKI, PT Dasa Intiga dan PT Bina Multi Alam Lestari.
"Meski jumlah perusahaan yang bergerak di sektor perkayuan ini mencapai puluhan, saat ini hanya sembilan unit manajemen yang masih memproduksi kayu bulat," katanya.
Sebelum perusahaan itu membawa atau menjual keluar daerah, perusahaan tersebut diwajibkan membayar Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) dan Dana Reboisasi (DR), jelasnya.
Sejumlah industri perkayuan di daerah ini dalam lima tahun terakhir sudah tidak melakukan kegiatan lagi. Mereka sebagian besar sudah tutup karena kesulitan bahan baku kayu bulat karena ketatnya peraturan pemerintah terhadap kegiatan kehutanan tersebut, ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara 2013 menargetkan produksi kayu dari berbagai jenis sebanyak 105.733 pohon atau 416.945 m3, katanya.
(T.K009/C/S004/S004)
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Legislator DPRD Barut serap aspirasi warga Teweh Tengah fokus infrastruktur dan pertanian
27 March 2026 16:46 WIB
DPRD Barut tinjau lokasi longsor dan dorong perkuatan tebing, usai reses di Pendreh
27 March 2026 16:43 WIB