Sampit (Antara Kalteng) - Satu lagi anak di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meninggal dunia diduga kuat akibat penyakit rabies yang disebabkan gigitan anjing yang menderita rabies.
"Tadi malam meninggal di ICU RSUD dr Murjani. Pasien digigit di kaki kanan sekitar tiga bulan yang lalu. Gejala rabies memang bisa timbul sampai tiga bulan setelah gigitan karena masa inkubasi yang cukup panjang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, dr Faisal Novendra Cahyanto di Sampit, Sabtu.
Bocah delapan tahun tersebut bernama Tari binti Ambay, warga Tumbang Batu Kecamatan Antang Kalang. Pasien tersebut digigit anjing yang diduga terjangkit rabies sekitar Maret lalu.
Pihak keluarga tidak mengetahui bahwa gejala demam yang diderita anak mereka tersebut merupakan gejala rabies sehingga tidak langsung dibawa berobat ke rumah sakit. Saat itu, pasien menderita penyakit dengan gejala demam, fotophobia atau takut suasana terang, sakit tenggorokan dan hydrofobia.
Akibat penyakit itu belum sembuh, pihak keluarga kemudian membawa pasien ke RSUD dr Murjani Sampit pada Kamis (26/6) pagi. Namun karena kondisinya yang sudah memburuk, pasien meninggal pukul 21:00 WIB.
"Kejadian ini sudah disampaikan kepada kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng," kata Faisal.
Dinas Kesehatan segera menindaklanjuti masalah ini bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Peternakan, Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kotim. Masalah ini menjadi perhatian serius agar tidak ada lagi korban jiwa.
Data Dinas Kesehatan Kotim, hingga pertengahan April lalu kasus gigitan anjing di daerah ini sudah mencapai 27 kasus gigitan. Bahkan, Dinas Kesehatan menetapkan Kotim dalam Kejadian Luar Biasa penyakit rabies.
Sebelumnya, seorang anak diduga kuat juga meninggal akibat rabies. Bocah malang berusia tujuh tahun bernama Aldi warga Desa Tumbang Tilap Kecamatan Mentaya Hulu karena gigitan anjing yang terjangkit rabies. Aldi digigit anjing pada 3 Maret lalu sehingga menderita luka di pelipis kiri.
Gejala klinis mulai terlihat pada 11 Maret yaitu korban menderita panas tinggi dan kejang-kejang, serta fotofobia atau tidak suka ruangan terang. Kondisi ini membuat pihak keluarga cemas, namun baru membawanya ke pusat pelayanan kesehatan di Kuala Kuayan pada 13 Maret. Sayangnya, kondisi kesehatan korban terus memburuk sehingga menghembuskan napas terakhir pada 14 Maret, atau sehari setelah dibawa ke pusat pelayanan kesehatan.
Tingginya kasus gigitan anjing dan menyebabkan adanya korban jiwa membuat cemas masyarakat. Pemerintah daerah pun terus melakukan vaksin terhadap anjing liar maupun peliharaan warga untuk mencegah meluasnya kasus rabies. *
Rabies Kembali Renggut Nyawa Anak Kotawaringin Timur
Minggu, 28 Juni 2015 10:07 WIB
Ilustrasi - Anjing Rabies (alldog360.blogspot.com)
Pewarta : Norjani
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pasangan calon haji asal Kotim diterbangkan ke Madinah setelah sempat tertunda
07 May 2026 15:36 WIB
Terpopuler - Kotawaringin Timur
Lihat Juga
Pasangan calon haji asal Kotim diterbangkan ke Madinah setelah sempat tertunda
07 May 2026 15:36 WIB