Nah! Puskesmas Ini Dampingi Warga Yang Ingin Berhenti Merokok
Sabtu, 11 Maret 2017 18:25 WIB
Foto Ilustrasi - Siswa SD memegang poster ketika mengikuti kampanye anti rokok (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Sampit (Antara Kalteng) - Puskesmas Baamang Unit II Kecamatan Baamang, Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, siap mendampingi warga yang serius ingin berhenti dari kebiasaan merokok.
"Bagi siapa saja yang ingin konseling berhenti merokok, tim kami siap membantu," kata Kepala Puskesmas Baamang Unit II, dr Yunita Ristianti di Sampit, Jumat.
Puskesmas Baamang Unit II memang gencar mengajak masyarakat berhenti merokok karena sangat membahayakan kesehatan sendiri dan orang lain. Puskesmas ini juga gencar menyosialisasikan kawasan tanpa rokok dan mendorong penetapan kawasan tanpa rokok untuk melindungi masyarakat dari bahaya akibat asap rokok.
Yunita mengatakan, pihaknya telah mendirikan klinik UBM atau upaya berhenti merokok. Ini sebagai wujud nyata pihaknya mendorong masyarakat agar berhenti merokok, termasuk membantu mereka yang kesulitan berhenti merokok karena merasa sudah kecanduan.
Tahun lalu bimbingan kepada perokok yang ingin berhenti merokok, dilakukan oleh seorang psikolog. Sayangnya, kontrak kerjanya sudah berakhir. Meski begitu, tim puskesmas selalu siap melayani konsultasi bagi warga yang ingin berhenti merokok.
Untuk memaksimalkan pelayanan bidang ini, Yunita berharap Puskesmas yang dipimpinnya mendapat bantuan peralatan yakni "co analyzer" dan "peak flowmeter". Peralatan itu sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan warga yang menjadi perokok.
"Dibutuhkan sebuah alat untuk mendeteksi seberapa berat paru-paru perokok dan bagaimana kondisinya. Kami sudah mengusulkan pengadaan alat ini, tapi belum tahu apakah tahun ini dikabulkan atau tidak," kata dokter yang pernah mendapat penghargaan sebagai dokter teladan nasional.
Yunita menilai pertumbuhan perokok di Sampit cukup memprihatinkan karena sudah merambah usia anak-anak. Dia mengajak masyarakat menyadari bahwa rokok dapat membahayakan kesehatan perokok dan orang lain yang tidak sengaja terhirup asap rokok.
Puskesmas Baamang Unit II telah bekerjasama dengan sejumlah sekolah untuk menjadi percontohan kawasan tanpa rokok. Langkah itu diharapkan efektif mengampanyekan berhenti merokok, khususnya mencegah pelajar agar tidak merokok.
"Bagi siapa saja yang ingin konseling berhenti merokok, tim kami siap membantu," kata Kepala Puskesmas Baamang Unit II, dr Yunita Ristianti di Sampit, Jumat.
Puskesmas Baamang Unit II memang gencar mengajak masyarakat berhenti merokok karena sangat membahayakan kesehatan sendiri dan orang lain. Puskesmas ini juga gencar menyosialisasikan kawasan tanpa rokok dan mendorong penetapan kawasan tanpa rokok untuk melindungi masyarakat dari bahaya akibat asap rokok.
Yunita mengatakan, pihaknya telah mendirikan klinik UBM atau upaya berhenti merokok. Ini sebagai wujud nyata pihaknya mendorong masyarakat agar berhenti merokok, termasuk membantu mereka yang kesulitan berhenti merokok karena merasa sudah kecanduan.
Tahun lalu bimbingan kepada perokok yang ingin berhenti merokok, dilakukan oleh seorang psikolog. Sayangnya, kontrak kerjanya sudah berakhir. Meski begitu, tim puskesmas selalu siap melayani konsultasi bagi warga yang ingin berhenti merokok.
Untuk memaksimalkan pelayanan bidang ini, Yunita berharap Puskesmas yang dipimpinnya mendapat bantuan peralatan yakni "co analyzer" dan "peak flowmeter". Peralatan itu sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan warga yang menjadi perokok.
"Dibutuhkan sebuah alat untuk mendeteksi seberapa berat paru-paru perokok dan bagaimana kondisinya. Kami sudah mengusulkan pengadaan alat ini, tapi belum tahu apakah tahun ini dikabulkan atau tidak," kata dokter yang pernah mendapat penghargaan sebagai dokter teladan nasional.
Yunita menilai pertumbuhan perokok di Sampit cukup memprihatinkan karena sudah merambah usia anak-anak. Dia mengajak masyarakat menyadari bahwa rokok dapat membahayakan kesehatan perokok dan orang lain yang tidak sengaja terhirup asap rokok.
Puskesmas Baamang Unit II telah bekerjasama dengan sejumlah sekolah untuk menjadi percontohan kawasan tanpa rokok. Langkah itu diharapkan efektif mengampanyekan berhenti merokok, khususnya mencegah pelajar agar tidak merokok.
Pewarta : Norjani
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026