Nah! Penyidik Polres Bartim akan minta keterangan Dokter Rosidi
Kamis, 10 Mei 2018 22:19 WIB
RSUD Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur. (Foto Antara Kalteng/Habibullah)
Tamiang Layang (Antaranews Kalteng) - Penyidik Satreskrim Polres Barito Timur, Kalimantan Tengah, terus mendalami kasus dugaan pengancaman pembunuhan yang dilakukan dokter spesialis penyakit dalam, yakni Rosidi.
Dalam waktu dekat, penyidik kepolisian juga akan memintai keterangan sejumlah dokter dan pejabat RSUD Tamiang Layang.
Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Andika Rama membenarkan akan meminta keterangan sejumlah dokter dan pejabat RSUD Tamiang Layang. Dalam penjadwalannya pada Jumat (11/05), akan dimulai memeriksa atau memintai keterangannya.
"Kita undang semua. Besok Jumat (besok) kita minta hadir untuk klarifikasi," katanya, Kamis.
Menurut Andika, pihaknya akan melakukan pendalaman setelah adanya keterangan dari terlapor, dan beberapa pihak lainnya.
Jika ditemukan unsur pidananya, maka proses hukum akan berlanjut ke tahapan selanjutnya.
Informasi dihimpun di kepolisian, penyidik akan meminta keterangan dr Rosidi SpPD bersama dengan salah satu pejabat RSUD Tamiang Layang, Dandang Suseno.
Keduanya dijadwalkan hadir untuk menemui penyidik unit I Satreskrim Polres Bartim pada Jumat (11/05) pukul 08.00 WIB.
Baca: Dokter Rosidi lapor ke Plt Bupati Bartim, hasilnya ini disampaikan Sekda
Bunyamin alias Angau ketika ditemui di kediamannya mengatakan, untuk saat ini tidak ada istilah perdamaian. Sebab, masalah tersebut telah dilaporkan dan diserahkan semuanya kepada pihak kepolisian setempat.
Ia juga menuturkan, dalam pesan Whatsapp itu malah dituding menantang berkelahi. Padahal tidak benar demikian.
"Sumpah. Saya tidak pernah ada menantang berkelahi. Tapi kenapa dikatakan saya menantang berkelahi. Untuk saat ini, tidak ada istilah berdamai dulu. Kami sudah laporkan dan serahkan ke pihak berwajib," terangnya.
Bunyamin juga mengharapkan urusan individual tidak disangkutpautkan dengan urusan kedinasan. Sebab tidak ada korelasinya.
Dandang Suseno menerangkan, pihaknya siap mengadiri undangan penyidik untuk dimintai keterangan.
"Kalau undangan dari kepolisian, sebagai warga negara yang taat hukum kita siap besok pagi ke Polres," katanya.
Dandang mengklaim, perihal isi WA dari teman-teman dan seluruh pegawai RSUD Tamiang Layang sudah meminta maaf, dan selama beberapa hari ini telah berkomunikasi dengan Bunyamin selaku pelapor.
Dandang juga menyebutkan Direktur RDUD Tamiang Layang dr Jimmy Hutagalung juga sudah berusaha menghubungi dan juga sudah ada komunikasi dengan Bunyamin.
"Jadi harapan kita ke depan, antara ke dua belah pihak bisa dilakukan mediasi agar hubungan baik tetap terjaga. Untuk lebih jelasnya, besok bisa ke pimpinan (Direktur). Karena masih ada pimpinan. Jadi dalam memberikan keterangan secara resmi ke media adalah beliau," katanya.
Dalam waktu dekat, penyidik kepolisian juga akan memintai keterangan sejumlah dokter dan pejabat RSUD Tamiang Layang.
Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Andika Rama membenarkan akan meminta keterangan sejumlah dokter dan pejabat RSUD Tamiang Layang. Dalam penjadwalannya pada Jumat (11/05), akan dimulai memeriksa atau memintai keterangannya.
"Kita undang semua. Besok Jumat (besok) kita minta hadir untuk klarifikasi," katanya, Kamis.
Menurut Andika, pihaknya akan melakukan pendalaman setelah adanya keterangan dari terlapor, dan beberapa pihak lainnya.
Jika ditemukan unsur pidananya, maka proses hukum akan berlanjut ke tahapan selanjutnya.
Informasi dihimpun di kepolisian, penyidik akan meminta keterangan dr Rosidi SpPD bersama dengan salah satu pejabat RSUD Tamiang Layang, Dandang Suseno.
Keduanya dijadwalkan hadir untuk menemui penyidik unit I Satreskrim Polres Bartim pada Jumat (11/05) pukul 08.00 WIB.
Baca: Dokter Rosidi lapor ke Plt Bupati Bartim, hasilnya ini disampaikan Sekda
Bunyamin alias Angau ketika ditemui di kediamannya mengatakan, untuk saat ini tidak ada istilah perdamaian. Sebab, masalah tersebut telah dilaporkan dan diserahkan semuanya kepada pihak kepolisian setempat.
Ia juga menuturkan, dalam pesan Whatsapp itu malah dituding menantang berkelahi. Padahal tidak benar demikian.
"Sumpah. Saya tidak pernah ada menantang berkelahi. Tapi kenapa dikatakan saya menantang berkelahi. Untuk saat ini, tidak ada istilah berdamai dulu. Kami sudah laporkan dan serahkan ke pihak berwajib," terangnya.
Bunyamin juga mengharapkan urusan individual tidak disangkutpautkan dengan urusan kedinasan. Sebab tidak ada korelasinya.
Dandang Suseno menerangkan, pihaknya siap mengadiri undangan penyidik untuk dimintai keterangan.
"Kalau undangan dari kepolisian, sebagai warga negara yang taat hukum kita siap besok pagi ke Polres," katanya.
Dandang mengklaim, perihal isi WA dari teman-teman dan seluruh pegawai RSUD Tamiang Layang sudah meminta maaf, dan selama beberapa hari ini telah berkomunikasi dengan Bunyamin selaku pelapor.
Dandang juga menyebutkan Direktur RDUD Tamiang Layang dr Jimmy Hutagalung juga sudah berusaha menghubungi dan juga sudah ada komunikasi dengan Bunyamin.
"Jadi harapan kita ke depan, antara ke dua belah pihak bisa dilakukan mediasi agar hubungan baik tetap terjaga. Untuk lebih jelasnya, besok bisa ke pimpinan (Direktur). Karena masih ada pimpinan. Jadi dalam memberikan keterangan secara resmi ke media adalah beliau," katanya.
Pewarta : Habibullah
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pekerja lapangan diminta waspadai risiko penyakit saat bertugas di musim hujan
15 January 2026 20:32 WIB
Akademisi: Pengendalian hama terpadu kunci tingkatkan produksi kelapa sawit
31 December 2025 16:42 WIB
Forum ilmiah kenalkan terapi presisi untuk penyakit saluran cerna dan hati
14 December 2025 16:35 WIB
Turunkan risiko penyakit jantung dan diabetes, dengan perawatan saluran akar
20 November 2025 14:24 WIB
Terpopuler - Barito Timur
Lihat Juga
Wabup Bartim periode 2013-2018 meninggal, Bupati beserta sejumlah pejabat melayat
28 January 2026 15:01 WIB
Pemkab Bartim fokuskan Revitalisasi PUG di rakor pembangunan kesetaraan gender 2026
22 January 2026 14:18 WIB
Sekda Bartim tekankan Latsar CPNS 2026 ajang pembentukan ASN profesional dan berintegritas
21 January 2026 15:10 WIB
Wabup sebut banjir di sejumlah wilayah di Bartim perlu solusi jangka panjang
19 January 2026 15:05 WIB