Cara cegah diabetes sejak dini
Minggu, 9 Desember 2018 14:01 WIB
Ilustrasi periksa gula darah. shutterstock.com (ist)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Diabetes bisa Anda cegah dan jika sudah terlanjur terkena Anda bisa mencegah komplikasinya antara lain dengan menjalani pemeriksaan kesehatan hingga menerapkan gaya hidup sehat.
"Cegah komplikasi dengan deteksi dini (skrining) dan pengelolaan diabetes di puskesman dan fasilitas kesehatan lanjutan," ujar dokter spesialis penyakit dalam dari RSCM. dr. Dicky Levenus Tahapary, SpPD, PhD di Jakarta, Minggu.
Komplikasi akibat diabetes mulai dari infeksi TB, kebutaan (jika pembuluh darah saraf mata terganggu), gangguan pada ginjal, merasa kebas sehingga tak menyadari adanya luka dan berakibat amputasi (jika saraf terkena) hingga stroke dan gangguan pada kaki.
Bahkan sebelum diabetes muncul, penerapan gaya hidup sehat bisa Anda lakukan salah satunya untuk mencegah penyakit itu yakni melakukan aktivitas fisik rutin 30 menit per hari dan konsumsi buah serta sayuran.
Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018, angka penderita diabetes di Indonesia semakin meningkat. Jika sebelumnya (2013) angka prevalensi diabetes pada penduduk berumur di atas 15 tahun adalah 6,9 persen. Pada tahun 2018, angkanya meningkat menjadi 8,5 persen.
Riskesdas juga menyebutkan bahwa kota Jakarta menempati peringkat pertana sebagai kota dengan prevalensi diabetes tertinggu di Indonesia, yakni 3,4 persen pada 2018 dari semula 2,5 persen.
Obesitas dan underdiagnosed akibat rendahnya pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai diabetes menjadi faktor tingginya angka diabetes di Jakarta.
"Pra-diabetes juga berisiko kena serangan kardiovaskular. Angkanya 1 dari 3 orang. Dalam 5 tahun, seperempatnya bisa berkembang menjadi diabates. Inilah yang juga menyumbang angka diabetes semakin tinggi," tutur Dicky.
"Cegah komplikasi dengan deteksi dini (skrining) dan pengelolaan diabetes di puskesman dan fasilitas kesehatan lanjutan," ujar dokter spesialis penyakit dalam dari RSCM. dr. Dicky Levenus Tahapary, SpPD, PhD di Jakarta, Minggu.
Komplikasi akibat diabetes mulai dari infeksi TB, kebutaan (jika pembuluh darah saraf mata terganggu), gangguan pada ginjal, merasa kebas sehingga tak menyadari adanya luka dan berakibat amputasi (jika saraf terkena) hingga stroke dan gangguan pada kaki.
Bahkan sebelum diabetes muncul, penerapan gaya hidup sehat bisa Anda lakukan salah satunya untuk mencegah penyakit itu yakni melakukan aktivitas fisik rutin 30 menit per hari dan konsumsi buah serta sayuran.
Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018, angka penderita diabetes di Indonesia semakin meningkat. Jika sebelumnya (2013) angka prevalensi diabetes pada penduduk berumur di atas 15 tahun adalah 6,9 persen. Pada tahun 2018, angkanya meningkat menjadi 8,5 persen.
Riskesdas juga menyebutkan bahwa kota Jakarta menempati peringkat pertana sebagai kota dengan prevalensi diabetes tertinggu di Indonesia, yakni 3,4 persen pada 2018 dari semula 2,5 persen.
Obesitas dan underdiagnosed akibat rendahnya pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai diabetes menjadi faktor tingginya angka diabetes di Jakarta.
"Pra-diabetes juga berisiko kena serangan kardiovaskular. Angkanya 1 dari 3 orang. Dalam 5 tahun, seperempatnya bisa berkembang menjadi diabates. Inilah yang juga menyumbang angka diabetes semakin tinggi," tutur Dicky.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pare bermanfaat membantu mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes
19 April 2026 12:44 WIB
Puasa Ramadhan bagi penderita diabetes melitus tetap diperbolehkan dengan syarat medis
19 February 2026 18:44 WIB
Diabetes tertinggi di Kalteng harus jadi peringatan bagi masyarakat Kotim
02 December 2025 17:24 WIB
Turunkan risiko penyakit jantung dan diabetes, dengan perawatan saluran akar
20 November 2025 14:24 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kim Seon-ho dan Cha Seung-won buka toko roti di Yunani melalui program Bonjour Bakery
19 May 2026 11:36 WIB