Logo Header Antaranews Kalteng

Menteri Kebudayaan prioritaskan keberlanjutan ekosistem museum di Indonesia

Selasa, 19 Mei 2026 11:40 WIB
Image Print
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam orasi budaya dalam rangka Hari Museum Internasional yang digelar di Museum Nasional di Jakarta, Senin (18/5/2026). ANTARA/ (Sinta Ambar)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa agenda prioritas terkait museum mengarah kepada keberlanjutan ekosistem museum di Indonesia.

Fadli Zon dalam orasi budaya untuk memperingati Hari Museum Internasional yang digelar di Museum Nasional, Jakarta, Senin, menyatakan program tentang museum tidak hanya tentang jumlah, tapi, juga mutu, kualitas, relevansi dan juga dampak bagi publik.

"Beberapa agenda prioritas yang diperlukan kita dorong bersama untuk mencapai ke arah ekosistem permuseuman antara lain museum menjadi infrastruktur pengetahuan dan institusi pembelajaran publik,” kata dia.

Museum perlu terhubung lebih kuat dengan sekolah, universitas, akademisi dan lembaga penelitian, komunitas serta masyarakat luas. Sang menteri juga menilai bahwa museum perlu relevan bagi generasi muda karena, berdasarkan survei Museum dan Cagar Budaya (MCB) pada 2025, lebih dari 70 persen pengunjung museum berusia di bawah 35 tahun.

Bahkan tercatat sebanyak 37 persen pengunjung museum berada pada rentang usia 18-24 tahun. Dengan demikian pengelola memiliki tugas untuk memastikan generasi muda tidak berhenti sebagai pengunjung melainkan menjadi peserta aktif dalam mendukung pengembangan museum.

Tugas museum lainnya yakni mampu mempercepat transformasi digital untuk mendukung aksesibilitas, konektivitas, dokumentasi dan pengalaman berkunjung yang baik. Fadli Zon menilai dengan melibatkan pengalaman publik, inisiatif itu menjadi pendekatan yang tepat termasuk oleh musim kelas dunia agar dapat berkembang.

Pengelola museum harus mampu memperkuat pembiayaan dan kemitraan untuk mendukung keberlanjutan museum tersebut. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendanaan publik serta dukungan pendanaan lain yang lebih kuat seperti misalnya melalui dukungan yang diperoleh dari filantropi, kolaborasi lintas sektor, kemitraan pengetahuan, jaringan komunitas serta keterlibatan masyarakat secara luas.

Pemerintah, kata dia, turut menghadirkan pendanaan yang juga dapat dimanfaatkan oleh museum yakni melalui dana abadi Indonesia Raya (sebelumnya bernama Dana Indonesiana) sebagai instrumen strategis sebagai pondasi pembiayaan yang lebih stabil. Program tersebut menurut Fadli Zon mampu memperluas akses, meningkatkan partisipasi pelaku budaya dari berbagai latar, serta menjadi pemantik kreativitas dan kemandirian ekonomi budaya di daerah.

Dana Indonesia Raya, kata dia lagi, juga relevan bagi penguatan ekosistem museum dan warisan budaya karena mendukung kategori seperti restorasi, pemeliharaan artefak budaya, keberlanjutan warisan budaya, pendayagunaan ruang publik, kajian obyek pemajuan kebudayaan (OPK) dan cagar budaya.

Dia berharap para pengelola museum bisa memanfaatkan dana yang digelontorkan pemerintah itu sebagai bagian dari stimulus kegiatan dalam memperkuat ekosistem museum.

Kemenbud mencatat saat ini terdapat 516 museum yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 373 museum atau 72,3 persen telah terdaftar dalam kategori nasional.

Saat ini terdapat 234 museum atau 45,3 persen yang terstandardisasi sebagai tipe A,B dan C.

Kementerian Kebudayaan tengah melakukan reinventarisasi koleksi yang berada di bawah naungan pemerintah. Pasalnya, terdapat koleksi-koleksi di daerah yang memerlukan riset lebih jauh mengenai asal usul koleksi tersebut.

Reinventarisasi diharapkan bisa mempermudah dalam pencatatan hak kekayaan intelektual (HKI) atau intellectual property (IP) yang lebih inovatif.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026