
Tadanobu Asano bintangi film All the Lovers in the Night yang debut di Festival Film Cannes

Jakarta (ANTARA) - Aktor kawakan Jepang Tadanobu Asano terlibat peran dalam film "All the Lovers in the Night" yang tayang perdana di Festival Film Cannes 2026.
Bintang serial "Shogun" tersebut mengungkapkan rasa syukur mendapat reaksi baik dari penonton dalam pernyataan di media sosialnya setelah acara penayangan film selesai.
"Kami berhasil menyelenggarakan pemutaran perdana dunia 'All the Lovers in the Night' di Festival Film Cannes. Kami sangat bersyukur atas semua reaksi luar biasa yang kami terima. Kami tak sabar menunggu perilisan di Jepang," ujar Tadanobu Asano dikutip dari akun Instagram @tadanobu_asano, Senin.
Asano memainkan peran sebagai guru fisika bernama Mitsutsuka dalam film tersebut. Ia menjadi lawan main dari aktris Yukino Kishii.
Yukino Kishii memerankan tokoh utama bernama Fuyuko. Karakter Fuyuko bekerja sebagai penyunting lepas (freelance editor) di Kota Tokyo.
Kehidupan batin Fuyuko tidak seperti ketenangan penampilan luarnya yang rendah hati, dan masalah mulai terlihat ketika ia secara misterius mulai memiliki kebiasaan meminum alkohol berat secara diam-diam di siang hari.
Sedangkan Mitsutsuka berbicara dengan nada lembut, hampir misterius, dalam menjawab setiap pertanyaan Fuyuko tentang mata pelajaran Fisika yang diajarkan olehnya, termasuk soal mekanisme cahaya tidak lazim yang dihubungkan dengan kepribadian terdalam manusia saat berhubungan dengan manusia lainnya.
Sebagaimana siaran Hollywood Reporter pada Senin, sutradara Yukiko Sode memimpin produksi film panjang keempatnya itu. Cerita film merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Mieko Kawakami.
Novel tersebut pernah masuk nominasi National Book Critics' Circle Award.
Sutradara Yukiko Sode menggunakan pita analog ukuran 16 milimeter untuk pembuatan film tersebut agar dapat mempertahankan kualitas saturasi gambar sebagaimana terlihat oleh mata.
Sode pun turut memasukkan isu kecerdasan buatan (artificial intelligence) ke dalam cerita yang mana teknologi tersebut menyulitkan masa depan para editor profesional di perkotaan.
Pewarta : -
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
