Logo Header Antaranews Kalteng

Paspor museum dan cap koleksi diluncurkan MCB untuk tarik kunjungan wisatawan

Selasa, 19 Mei 2026 11:32 WIB
Image Print
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan) didampingi Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin (kiri) menunjukkan paspor museum yang sudah diberi stempel saat peringatan Hari Museum Internasional 2026 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (18/5/2026). Museum dan Cagar Budaya (MCB) meluncurkan paspor museum yang digunakan untuk mengumpulkan stempel atau cap dari berbagai museum yang dikunjungi sebagai bukti partisipasi dalam petualangan sejarah, pada momentum peringatan Hari Museum Internasional 2026 bertema Museum Menyatukan Dunia yang Terbelah. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/kye (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan melalui unit Museum dan Cagar Budaya (MCB) menghadirkan buku Museum Passport dan cap sebagai atraksi anyar untuk menarik kunjungan wisatawan sekaligus cara baru berwisata museum.

"Semoga Museum Passport ini dapat menjadi langkah awal, langkah inovatif menjadikan pengunjung mengunjungi museum. Itu harus kita jadikan gaya hidup, seperti orang datang ke mal atau ke mana. Datang ke museum harus kita jadikan gaya hidup yang berbudaya,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Senin.

Kementerian Kebudayaan meluncurkan paspor museum bertepatan dengan peringatan Hari Museum Internasional. Pengunjung bisa membubuhkan cap (stempel) yang ada di museum ke dalam buku tersebut.

Tiap-tiap museum bisa saja memiliki desain cap yang berbeda.

Kepala MCB Esti Nurjadin mengatakan paspor tersebut akan dirilis pada 16 Juni mendatang pada hari jadi MCB. Hingga kini terdapat 18 museum serta 34 cagar budaya di bawah naungan MCB yang siap menyediakan cap untuk paspor tersebut, termasuk museum di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

Dia juga menyambut baik museum yang dikelola swasta untuk ikut serta dalam program Museum Passport tersebut.

Pengunjung bisa membeli paspor tersebut di IHA Shop atau toko suvenir yang berada di bawah pengelolaan MCB. Institusi tersebut juga berencana untuk bekerja sama dengan toko buku untuk distribusi Museum Passport.

Paspor hasil kerja sama dengan Paperina ini diharapkan mampu menarik kunjungan generasi muda, yang diketahui menjadi kelompok yang mendominasi kunjungan ke museum berdasarkan survei MCB pada 2025.

Ide cap dan buku tersebut terinspirasi dari pengalaman mengumpulkan cap ketika mengikuti berbagai kegiatan. Menurut Esti, kegiatan itu relevan dengan generasi Z dan Alpha, yang menggemari sesuatu yang bersifat analog sehingga bisa disimpan dan menjadi koleksi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon pun menyambut baik inovasi itu dan berharap Museum Passport bisa menarik lebih banyak kunjungan ke museum-museum di seluruh wilayah di Indonesia.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026