
Dinas Pemadam Kota Palangka Raya edukasi bahaya kebakaran sejak dini

Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), memberikan sosialisasi dan edukasi antisipasi dan penanganan kebakaran kepada anak sejak dini sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran sekaligus menanamkan pemahaman dasar mengenai langkah penyelamatan diri.
"Kali ini sasaran kami adalah siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Parentas Kaharap. Diikuti 30 murid dan tenaga pendidik yang belajar mengenal bahaya kebakaran serta teknik dasar penanganan api secara aman dan benar," kata Kepala Bidang Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya Agnes di Palangka Raya, Selasa.
Dia mengatakan, edukasi penanganan dan antisipasi kebakaran kepada anak sejak dini memiliki banyak manfaat, terutama dalam membangun kesadaran akan pentingnya keselamatan diri dan lingkungan. Anak-anak yang diberikan pemahaman mengenai bahaya api, sumber penyebab kebakaran, hingga cara menyelamatkan diri akan lebih waspada terhadap potensi risiko di rumah maupun di lingkungan sekitar.
"Selain meningkatkan kewaspadaan, edukasi kebakaran juga membantu membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab pada anak," katanya.
Agnes mengatakan, melalui edukasi ini anak-anak dapat belajar untuk tidak bermain api, berhati-hati menggunakan peralatan listrik, serta memahami pentingnya mematuhi aturan keselamatan. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran akibat kelalaian.
Dampak positif lainnya ialah terciptanya budaya kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Anak-anak yang memahami prosedur darurat akan lebih tenang saat menghadapi situasi kebakaran dan mengetahui langkah yang harus dilakukan, seperti mencari jalur evakuasi, meminta bantuan orang dewasa, atau menghubungi petugas pemadam kebakaran.
"Kemampuan ini dapat meminimalkan kepanikan dan mengurangi potensi korban saat terjadi kebakaran," katanya.
Edukasi sejak dini juga memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat. Anak-anak yang memiliki pemahaman tentang pencegahan kebakaran dapat menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan sekolah. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan kebakaran, maka risiko kebakaran permukiman maupun kerugian akibat bencana dapat ditekan.
Baca juga: Disdik Palangka Raya sebut O2SN 2026 pembinaan atlet pelajar
“Pada usia dini inilah kita harus mengenalkan kepada anak-anak tentang pentingnya kewaspadaan terhadap musibah kebakaran. Dengan edukasi sederhana dan menyenangkan, anak-anak dapat memahami langkah dasar penyelamatan diri saat terjadi keadaan darurat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan pemadam kebakaran yang biasa digunakan petugas saat di lapangan. Mulai dari alat pelindung diri (APD), selang pemadam, nozzle, hingga peralatan pendukung lainnya ditunjukkan secara langsung kepada anak-anak.
Tak hanya mendengarkan penjelasan, para murid juga tampak antusias saat mengikuti simulasi penanganan kebakaran yang didampingi petugas damkar.
Dia berharap melalui kegiatan ini anak-anak dapat mengenal lebih dekat tugas dan fungsi pemadam kebakaran, sekaligus memiliki pengetahuan dasar yang bermanfaat untuk keselamatan di masa mendatang.
Baca juga: Perda PJU disahkan, DPRD harapkan Palangka Raya semakin terang
Baca juga: BPBD Palangka Raya siapkan 30 poslap kebakaran hutan dan lahan
Baca juga: Pemkot Palangka Raya-BPN kolaborasi pengelolaan aset tanah
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
