Suami perempuan berbobot 350kg tak menyangka istrinya bakal dioperasi
Jumat, 11 Januari 2019 18:33 WIB
Perempuan berbobot 350 kg dibawa ke RSUD Doris Sylvanus untuk dilakukan operasi, Jumat (11/1/19). (Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika)
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Suami dari perempuan berbobot 350 kg, Edy umur 52 tahun terkejut bahkan sama sekali tidak pernah menyangka bahwa istrinya bakal dioperasi sebagai upaya menurunkan berat badan.
"Saya menafkahi istri dan anak saja sudah sangat kesulitan. Pekerjaan saya kan tidak menentu. Itu yang membuat saya tidak pernah berpikir bahwa istri saya dioperasi," ungkap Edy saat melihat istrinya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangka Raya, Jumat.
Meski begitu, dirinya mengucapkan terimakasih kepada media yang telah dengan ikhlas mempublikasikan kondisi Titi Wati dan keluarganya. Sebab, tanpa media, pemerintah dan masyarakat luas tidak akan mengetahui kondisi istrinya yang telah berbobot 350 kg.
Dia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi dan Kota Palangka Raya yang telah berkenan membawa dan membiayai operasi istrinya, agar berat badannya turun dan kembali normal.
Baca juga: Begini rencana tim dokter menangani perempuan tergemuk
"Para donatur juga banyak yang telah menghubungi kami, dan bersedia membantu membiayai penurunan berat badan istri saya. Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.
Sementara itu, Paman Titi Wati yang bernama Yanto berharap pengobatan secara gratis yang diberikan Pemkot dan Pemprov bisa sampai tuntas atau yang bersangkutan normal kembali seperti yang diinginkan.
Dia mengatakan keterangan dari dokter bahwa Titi akan menjalani perawatan paling lama sekitar enam bulan di rumah sakit setempat. Selama enam bulan tersebut, rencananya sanak keluarga akan bergantian menjaga wanita berbobot 350 kg yang hobi berkaroke itu.
Perempuan berbobot 350 kg dibawa ke RSUD Doris Silvanus untuk dilakukan operasi, Jumat (11/1/19). (Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika)
"Selama perawatan nantinya yang jaga tentunya anaknya yang bernama Herlina, kemudian bergantian dengan suami dan keluarganya," ucap Yanto.
Yanto menambahkan, Titi Wati awalnya tinggal di wilayah Kelurahan Kereng Bengkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Ia adalah anak ke empat dari empat bersaudara, hanya saja dua orang saudaranya sudah meninggal dunia dan hanya memiliki satu orang saudara saja lagi.
"Bapaknya itu namanya Agau sedangkan istrinya saya lupa. Untuk pak Edi adalah suami kedua dan sebelumnya Titi ini punya suami, anak yang ada itu adalah anak dari suaminya yang pertama," kata Yanto.
Baca juga: Ini respons Wali Kota terkait keluhan perempuan berbobot 350 kg
Baca juga: Perempuan berbobot 350kg belum bisa dibawa ke rumah sakit, ini penyebabnya
"Saya menafkahi istri dan anak saja sudah sangat kesulitan. Pekerjaan saya kan tidak menentu. Itu yang membuat saya tidak pernah berpikir bahwa istri saya dioperasi," ungkap Edy saat melihat istrinya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangka Raya, Jumat.
Meski begitu, dirinya mengucapkan terimakasih kepada media yang telah dengan ikhlas mempublikasikan kondisi Titi Wati dan keluarganya. Sebab, tanpa media, pemerintah dan masyarakat luas tidak akan mengetahui kondisi istrinya yang telah berbobot 350 kg.
Dia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi dan Kota Palangka Raya yang telah berkenan membawa dan membiayai operasi istrinya, agar berat badannya turun dan kembali normal.
Baca juga: Begini rencana tim dokter menangani perempuan tergemuk
"Para donatur juga banyak yang telah menghubungi kami, dan bersedia membantu membiayai penurunan berat badan istri saya. Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.
Sementara itu, Paman Titi Wati yang bernama Yanto berharap pengobatan secara gratis yang diberikan Pemkot dan Pemprov bisa sampai tuntas atau yang bersangkutan normal kembali seperti yang diinginkan.
Dia mengatakan keterangan dari dokter bahwa Titi akan menjalani perawatan paling lama sekitar enam bulan di rumah sakit setempat. Selama enam bulan tersebut, rencananya sanak keluarga akan bergantian menjaga wanita berbobot 350 kg yang hobi berkaroke itu.
Perempuan berbobot 350 kg dibawa ke RSUD Doris Silvanus untuk dilakukan operasi, Jumat (11/1/19). (Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika)
"Selama perawatan nantinya yang jaga tentunya anaknya yang bernama Herlina, kemudian bergantian dengan suami dan keluarganya," ucap Yanto.
Yanto menambahkan, Titi Wati awalnya tinggal di wilayah Kelurahan Kereng Bengkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Ia adalah anak ke empat dari empat bersaudara, hanya saja dua orang saudaranya sudah meninggal dunia dan hanya memiliki satu orang saudara saja lagi.
"Bapaknya itu namanya Agau sedangkan istrinya saya lupa. Untuk pak Edi adalah suami kedua dan sebelumnya Titi ini punya suami, anak yang ada itu adalah anak dari suaminya yang pertama," kata Yanto.
Baca juga: Ini respons Wali Kota terkait keluhan perempuan berbobot 350 kg
Baca juga: Perempuan berbobot 350kg belum bisa dibawa ke rumah sakit, ini penyebabnya
Pewarta : Adi Wibowo
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
16 dokter dikerahkan, keluarga perempuan gemuk sempat tak setuju dilakukan operasi
12 January 2019 17:16 WIB, 2019
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Gubernur Kalteng gratiskan ribuan paket sembako untuk ojol hingga petugas kebersihan
18 March 2026 15:00 WIB
Kementerian LH soroti kinerja sampah kabupaten/kota Kalteng perlu pengawasan ketat
18 March 2026 14:16 WIB
Tinjau kapal secara langsung, Gubernur Kalteng lepas 1.400 pemudik dari Pelabuhan Sampit
16 March 2026 22:17 WIB
Peningkatan mobilitas masyarakat jelang Lebaran perlu diimbangi pengamanan maksimal
16 March 2026 14:10 WIB
Bank Kalteng: Layanan digital dan ATM tetap optimal selama libur Nyepi dan Idul Fitri
16 March 2026 13:23 WIB