Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangkaraya yang disebut-sebut sebagai kampus swasta terunggul di wilayah Kalimantan, melanjutkan proses pendirian sejumlah program studi baru termasuk Prodi Kedokteran.

Wakil Rektor I UM Palangkaraya bidang Akademik dan Pengembangan Riset Dr.Hj.Laksminarti,SH,MH di Palangka Raya, Jumat mengatakan kelengkapan borang syarat pendirian prodi baru sudah disiapkan sejak tiga tahun lalu, kendati saat itu Kemristekdikti masih melakukan moratorium (pemberhentian) pendirian sejumlah prodi bidang eksak termasuk kedokteran.

Wapres Jusuf Kalla dan Menristekdikti Mohammad Nasir saat datang ke kampus UM Palangkaraya untuk membuka Seminar Internasional dan Rakernas Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS-PTIS) se-Indonesia tahun 2016, telah memberikan lampu hijau bagi pendirian Prodi Kedokteran di UM Palangkaraya.

Baca juga: Mahasiswa AN Fisipol UM Palangka Raya bahas konflik agraria di Kalteng

Kebijakan Rektor UM Palangkaraya melanjutkan proses pendirian Prodi Kedokteran untuk memenuhi kebutuhan tenaga bidang kesehatan terutama dokter bagi masyarakat di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kehadiran Prodi Kedokteran UMP diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga dokter di Kalteng, selain lulusan dokter baru yang dihasilkan Prodi Kedokteran Universitas Palangka Raya (UPR),” ucap WR I UMP Dr.Laksminarti.

Kegiatan Student Day mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UM Palangka Raya. Sabtu(2/11/2019). (ANTARA/HO/Lab.Komunikasi FISIPOL UMP)

UMP terus melengkapi sarana dan prasarana yang dipersyaratkan bagi pendirian Prodi Kedokteran, termasuk mengusulkan akreditasi bagi seluruh laboratorium yang saat ini difungsikan sebagai wadah praktikum mahasiswa Prodi Analis Kesehatan dan Prodi Farmasi yang ada di Fakultas Ilmu Kesehatan UMP.

Baca juga: Fisipol juara turnamen futsal antar fakultas di UM Palangka Raya

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMP Harlina, SKM, M.Eped menyebutkan dukungan dan kesiapan tenaga pengajar dari para Dokter Spesialis yang ada di Palangka Raya sudah dilampirkan pada pengajuan kelengkapan borang ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Rektor Dr.H.Sonedi,M.Pd berusaha untuk mengkomunikasikan proses pendirian Prodi Kedokteran bersama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Muhajir Effendy, dan Mendikbud Nadiem Makarim di sela dua kegiatan di Yogyakarta pada pertengahan November 2019, yaitu Rakernas BKS-PTIS di kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan saat launching “Muhammadiyah Online University (MOU)” di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarya (UMY).

Menurut WR I UMP Dr.Laksminarti bersamaan usulan Prodi Kedokteran juga disiapkan pengusulan sejumlah prodi baru yaitu Prodi Ilmu Ekonomi, Prodi Ilmu Hukum, Prodi Ilmu Psikologi, dan sejumlah Prodi Pascasarjana.

Baca juga: UMP dan LKBN Antara kerja sama gelar seminar nasional 'public speaking'

Baca juga: BPJS-TK Palangka Raya menggelar kegiatan mengajar di Fisipol UMP

Baca juga: Fisipol UMP masuk konsorsium 'Muhammadiyah Online University'


Pewarta : Muhammad Yusuf
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024