Tesla dikabarkan mencari pinjaman dari bank China
Selasa, 24 Desember 2019 16:26 WIB
Gerai mobil listrik di Shanghai (ANTARA/Shutterstock)
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi pembuat mobil listrik, Tesla dikabarkan mengajukan pinjaman senilai 1,4 miliar dolar AS (Rp19,5 triliun) kepada sejumlah bank di China demi operasional pabrik mobil di Shanghai.
China Construction Bank (CCB), Agricultural Bank of China (AgBank), Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) dan Shanghai Pudong Development Bank (SPDB) merupakan beberapa bank yang sepakat memberikan pinjaman kepada Tesla.
Dilansir Reuters, Selasa, tiga orang narasumber menyebutkan bahwa dana pinjaman itu, salah satunya akan digunakan Tesla untuk memperpanjang pinjaman yang sedang berjalan hingga kini.
Baca juga: Tesla tawarkan konten video dan games dalam mobil
Bank-bank di China sejak awal tahun sudah menawarkan fasilitas pinjaman dengan durasi 12 bulan kepada Tesla.
Pinjaman itu harus dilunasi Tesla pada Maret 2020.
Untuk itu, Tesla mengajukan pinjaman kembali untuk menutupi utang sebelumnya sejumlah 3,5 miliar yuan, menurut seorang sumber.
Sumber kedua mengatakan, sisa uang pinjaman akan digunakan Tesla untuk pabrik di China.
Tesla, CCB, AgBank, ICBC dan SPDB tidak memberikan komentar atas masalah ini, demikian Reuters.
Baca juga: Produksi sedan model 3, Tesla dapat sokongan subsidi pemerintah China
Baca juga: Tesla luncurkan truk pickup listrik akhir November
Baca juga: Meski kagumi Tesla, Volkswagen ogah kerja sama
China Construction Bank (CCB), Agricultural Bank of China (AgBank), Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) dan Shanghai Pudong Development Bank (SPDB) merupakan beberapa bank yang sepakat memberikan pinjaman kepada Tesla.
Dilansir Reuters, Selasa, tiga orang narasumber menyebutkan bahwa dana pinjaman itu, salah satunya akan digunakan Tesla untuk memperpanjang pinjaman yang sedang berjalan hingga kini.
Baca juga: Tesla tawarkan konten video dan games dalam mobil
Bank-bank di China sejak awal tahun sudah menawarkan fasilitas pinjaman dengan durasi 12 bulan kepada Tesla.
Pinjaman itu harus dilunasi Tesla pada Maret 2020.
Untuk itu, Tesla mengajukan pinjaman kembali untuk menutupi utang sebelumnya sejumlah 3,5 miliar yuan, menurut seorang sumber.
Sumber kedua mengatakan, sisa uang pinjaman akan digunakan Tesla untuk pabrik di China.
Tesla, CCB, AgBank, ICBC dan SPDB tidak memberikan komentar atas masalah ini, demikian Reuters.
Baca juga: Produksi sedan model 3, Tesla dapat sokongan subsidi pemerintah China
Baca juga: Tesla luncurkan truk pickup listrik akhir November
Baca juga: Meski kagumi Tesla, Volkswagen ogah kerja sama
Pewarta : A069
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kebocoran data 12 juta rekening bank di Prancis terjadi akibat aksi peretasan
19 February 2026 18:47 WIB
Spektakuler! Gebyar Undian Taheta Bank Kalteng XXIX 2025 memukau bersama Padi Reborn
08 February 2026 8:25 WIB
Menuju puncak Gebyar Undian Taheta Bank Kalteng Periode XXIX bersama Padi Reborn
04 February 2026 17:13 WIB
Betang Mobile tumbuh kuat di 2025, perkuat transformasi digital Bank Kalteng
21 January 2026 8:11 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Menkomdigi nilai media arus utama krusial dalam menjaga kredibilitas informasi
20 February 2026 13:02 WIB
Oppo Find X9s dibekali chipset Dimensity 9500s dan baterai kapasitas 7025 mAh
19 February 2026 20:10 WIB
Kebocoran data 12 juta rekening bank di Prancis terjadi akibat aksi peretasan
19 February 2026 18:47 WIB