Logo Header Antaranews Kalteng

Bank Sampah Jolali tumbuh bersama PLN Peduli ubah sampah jadi nilai ekonomi

Kamis, 16 April 2026 18:06 WIB
Image Print
Bank Sampah Jolali, di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. ANTARA/PLN UID Kalselteng

Palangka Raya (ANTARA) - Bank Sampah Jolali di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu contoh pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang terus tumbuh dan berkembang bersama program PLN Peduli yang mampu mengubah sampah menjadi barang-barang bernilai ekonomi.

Salah satu pengelola Bank Sampah Jolali, Margiono melalui pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Kamis, mengatakan sampah yang dikumpulkan masyarakat dipilah sesuai jenisnya sebelum ditimbang dan dicatat sebagai tabungan.

“Sampah yang masuk kami pilah terlebih dahulu sesuai jenisnya, kemudian ditimbang dan dicatat sebagai tabungan masyarakat. Dari sini, sampah yang sebelumnya tidak bernilai bisa memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Margiono menambahkan, dukungan dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN UID Kalselteng turut membantu pengembangan Bank Sampah Jolali.

“Pengelolaan sampah menjadi lebih optimal dan terorganisir berkat adanya program PLN Peduli ini. Kami sangat terbantu dalam meningkatkan pelayanan kepada warga,” kata di tengah rangkaian kegiatan Media Gathering Jurnalis mitra PLN UID Kalselteng tahun 2026.

Kunjungan ini sendiri menunjukkan bagaimana pengelolaan sampah mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui dukungan program PLN Peduli.

Melalui pengelolaan sampah yang terstruktur, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.

Dalam kegiatan tersebut, para jurnalis juga melihat langsung proses pengelolaan sampah serta interaksi dengan masyarakat yang aktif menjadi nasabah bank sampah. Antusiasme peserta terlihat saat menggali informasi terkait mekanisme pengelolaan hingga manfaat yang dirasakan warga.

Apritae dari Kalteng Ekspress mengaku kagum dengan pengelolaan Bank Sampah Jolali yang mampu memberikan nilai ekonomi dari limbah.

“Ini sangat luar biasa, bagaimana sampah yang sebelumnya tidak bernilai bisa diubah menjadi cuan bagi masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi potensi ekonomi dari pengelolaan sampah yang bisa ditiru,” ujarnya.

Baca juga: PLN UID Kalselteng gelar peralatan siaga kelistrikan bersama media tunjukkan kesiapan layanan

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan bahwa program PLN Peduli menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

“Melalui program PLN Peduli, kami ingin mendorong masyarakat untuk dapat mengelola potensi di sekitarnya menjadi sesuatu yang bernilai. Tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan,” kata Iwan.

Melalui pengelolaan sampah yang terintegrasi, PLN berharap Bank Sampah Jolali dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Upaya ini juga diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: PLN Kalselteng beri pengalaman berberbeda bagi insan pers lewat media gathering

Baca juga: PLN perkuat peran media massa dalam penyampaian informasi program kelistrikan

Baca juga: PLN Dukung konversi kendaraan listrik di Kalimantan Selatan dorong kemandirian energi



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026