Sampit (ANTARA) - Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas III Sampit memeriksa kesehatan anak buah kapal atau ABK dua kapal asing yakni dari China dan Thailand yang hendak masuk ke muara Sungai Mentaya Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah.

"Tadi sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan para ABK. Hasilnya negatif (virus corona). Sehat semua," kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas III Sampit Agus Yordani di Sampit, Senin.

Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas III Sampit menurunkan tiga personel mereka dalam pemeriksaan kesehatan tersebut. Tim bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju zona karantina di muara sungai tempat kedua kapal yang akan diperiksa tersebut sedang melabuh jangkar.

Kapal pertama yaitu MV Zhong Chang Ding Sheng dari China yang tiba di muara pada Minggu (26/1) pagi. Kapal ini membawa 23 anak buah kapal yang semuanya berasal dari China. Tidak ada ditemukan anak buah kapal yang sakit maupun demam dengan suhu di atas 38 derajat celsius.

Kapal kedua yaitu Lucky Source dari Thailand yang tiba di muara pada Senin pagi. Kapal ini mengangkut 24 anak buah kapal yang terdiri dari warga negara China sebanyak 11 orang, Myanmar sebanyak 11 orang dan Vietnam sebanyak 2 orang.

Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada Senin pagi menggunakan pemindai suhu tubuh atau 'thermal scanner'. Pemeriksaan kesehatan berjalan lancar dan semua anak buah kapal dinyatakan negatif atau tidak terjangkit virus corona.

Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas III Sampit juga menyerahkan masker kepada tenaga kerja bongkar muat yang bekerja di kapal yang datang dari China. Pemberian masker tersebut sebagai bentuk edukatif kepada tenaga kerja bongkar muat agar menjaga kesehatan dan melindungi diri dari penularan penyakit.

Sebelumnya, ada empat kapal dari China yang masuk ke Sampit dengan total jumlah anak buah kapal 63 orang. Sementara itu selama 2019 tercatat ada 23 kapal dari China yang masuk ke Kotawaringin Timur dengan jumlah 483 anak buah kapal.

Baca juga: Pemkab Kotim siapkan penanganan pasien suspect virus corona

Pemeriksaan dilakukan secara ketat karena Sampit ditetapkan termasuk dalam 19 daerah rawan masuknya virus corona karena terdapat kapal yang langsung dari dan menuju China.

Petugas yang melaksanakan pemeriksaan kesehatan juga menggunakan alat pelindung diri sesuai dengan standar kesehatan. Pemeriksaan ini untuk mendeteksi agar virus mematikan itu tidak sampai masuk ke daerah ini.

"Kami sudah meminta agen pelayaran untuk melindungi pekerja bongkar muat kita. Mereka juga kami minta tidak mengizinkan ABK kapal China itu untuk ke darat. Selain berkaitan izin dari Kantor Imigrasi, hal itu juga untuk mencegah kemungkinan berjangkitnya virus corona. Kami bersyukur pihak agen pelayaran juga mendukung itu," kata Agus.

Agus menambahkan, jika ada ABK dari China yang menderita demam diharapkan segera dilaporkan kepada pihaknya untuk diperiksa. Begitu pula jika ada ABK yang ada keperluan mendesak dan harus ke daratan atau meninggalkan kapal maka harus dilaporkan kepada pihaknya agar didampingi untuk pengawasan kesehatannya sebagai upaya pencegahan virus corona.

Baca juga: KKP Sampit ingatkan pekerja bongkar muat waspadai virus corona

Baca juga: KPU Kotim perpanjang masa pendaftaran seleksi PPK tujuh kecamatan


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024