Benarkah antibiotik bisa melawan virus corona?
Senin, 3 Februari 2020 17:09 WIB
Ilustrasi - Bahaya virus corona yang mematikan. ANTARA/Shutterstock/am.
Jakarta (ANTARA) - Ada sejumlah mitos mengenai virus corona atau 2019-nCoV yang dialami beberapa warga di Wuhan, China, salah satunya anggapan virus itu bisa dilawan dengan antibiotik.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laman resminya menyatakan, antibiotik tidak akan mampu melawan virus, termasuk jenis baru corona atau 2019-nCoV. Zat ini hanya diperuntukan untuk mengobati infeksi bakteri.
"Jenis baru virus corona (2019-nCoV) adalah virus dan, oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan," tulis mereka.
Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit karena 2019-nCoV, Anda mungkin menerima antibiotik karena koinfeksi bakteri yang mungkin terjadi.
Baca juga: Awas! Malware mengintai di balik informasi soal virus corona
Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati virus corona baru (2019-nCoV). Namun, mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk mengobati gejala.
Lalu mereka yang sakit parah akibat infeksi virus harus mendapatkan perawatan suportif yang dioptimalkan.
Mitos lainnya, yakni 2019-nCoV hanya menginfeksi orang berusia lebih tua.
Menurut WHO, orang-orang dari segala usia dapat terinfeksi jenis baru virus corona.
Orang yang berusia lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti asma, diabetes, penyakit jantung tampaknya lebih rentan mengalami sakit parah akibat virus.
WHO menyarankan orang-orang mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari virus, salah satunya menjaga kebersihan tangan.
Baca juga: Ternyata ini kunci hadapi virus corona
Baca juga: Korban meninggal akibat virus corona tembus angka 361
Baca juga: Cek fakta: Foto jalanan Wuhan dipenuhi mayat-mayat bergelimpangan
Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laman resminya menyatakan, antibiotik tidak akan mampu melawan virus, termasuk jenis baru corona atau 2019-nCoV. Zat ini hanya diperuntukan untuk mengobati infeksi bakteri.
"Jenis baru virus corona (2019-nCoV) adalah virus dan, oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan," tulis mereka.
Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit karena 2019-nCoV, Anda mungkin menerima antibiotik karena koinfeksi bakteri yang mungkin terjadi.
Baca juga: Awas! Malware mengintai di balik informasi soal virus corona
Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati virus corona baru (2019-nCoV). Namun, mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk mengobati gejala.
Lalu mereka yang sakit parah akibat infeksi virus harus mendapatkan perawatan suportif yang dioptimalkan.
Mitos lainnya, yakni 2019-nCoV hanya menginfeksi orang berusia lebih tua.
Menurut WHO, orang-orang dari segala usia dapat terinfeksi jenis baru virus corona.
Orang yang berusia lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti asma, diabetes, penyakit jantung tampaknya lebih rentan mengalami sakit parah akibat virus.
WHO menyarankan orang-orang mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari virus, salah satunya menjaga kebersihan tangan.
Baca juga: Ternyata ini kunci hadapi virus corona
Baca juga: Korban meninggal akibat virus corona tembus angka 361
Baca juga: Cek fakta: Foto jalanan Wuhan dipenuhi mayat-mayat bergelimpangan
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berikut penjelasan RSUD Tamiang Layang terkait meninggalnya warga terkonfirmasi positif COVID-19
03 September 2022 21:42 WIB, 2022
Obat oral COVID-19 Pfizer untuk penggunaan darurat kantongi izin BPOM
23 August 2022 10:46 WIB, 2022
Pemberian dosis penguat kedua untuk nakes dinilai sebagai langkah tepat
31 July 2022 21:13 WIB, 2022
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
PJB perlu ditangani sejak dini demi mencegah risiko komplikasi kelainan paru-paru
12 February 2026 16:28 WIB