Setop bersalaman, demi cegah corona ini cara lain menyapa orang
Selasa, 3 Maret 2020 12:31 WIB
Ilustrasi berjabat tangan (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Ahli anestesi asal Amerika Serikat, Jerome Adams menawarkan cara baru menyapa orang lain ketimbang bersalaman, untuk menghindari infeksi virus corona baru atau COVID-19.
Dia menyarankan, saling menyenggolkan atau membenturkan sikut satu sama lain ketimbang bersalaman untuk sementara waktu.
"Kami mendorong masyarakat untuk memikirkan langkah-langkah yang dapat mereka lakukan untuk membatasi penyebaran virus," kata Adams, seperti dilansir New York Post, Senin (2/3).
Baca juga: Cemas saat tahu informasi terkait corona? Begini cara mengatasinya
Dia juga menyarankan mencuci tangan setidaknya selama 20 detik untuk menghindari penyebaran kuman dan virus melalui jabat tangan.
"Kami mungkin harus memikirkan kembali jabat tangan untuk sementara waktu," kata Adams.
Di sisi lain, Menteri Kesehatan New South Wales, Brad Hazzard, pernah menyarankan orang untuk saling menepuk punggung ketika saling menyapa, alih-alih berjabatan tangan.
"Pada saat kita mendapati virus yang tampaknya cukup aktif dalam upayanya untuk masuk ke komunitas kita ... masuk akal untuk tidak berjabat tangan," kata dia seperti dilansir ABC.
Menanggapi itu, profesor Raina Macintyre dari Kirby Institute UNSW mengatakan menghindari jabat tangan (sementara ini) masuk akal.
"Hal lain yang bisa dilakukan orang, ketelitian mencuci dan kebersihan tangan. Sebelum Anda makan, cuci tangan dengan benar, dan ketika Anda pulang, cuci tangan," kata dia.
Baca juga: Cara paling ampuh agar tidak tertular virus corona
Baca juga: Setop cium pipi, ini penjelasan dari Menteri Kesehatan
Baca juga: Diskon tiket pesawat tak akan perluas sebaran virus corona, kata Jokowi
Dia menyarankan, saling menyenggolkan atau membenturkan sikut satu sama lain ketimbang bersalaman untuk sementara waktu.
"Kami mendorong masyarakat untuk memikirkan langkah-langkah yang dapat mereka lakukan untuk membatasi penyebaran virus," kata Adams, seperti dilansir New York Post, Senin (2/3).
Baca juga: Cemas saat tahu informasi terkait corona? Begini cara mengatasinya
Dia juga menyarankan mencuci tangan setidaknya selama 20 detik untuk menghindari penyebaran kuman dan virus melalui jabat tangan.
"Kami mungkin harus memikirkan kembali jabat tangan untuk sementara waktu," kata Adams.
Di sisi lain, Menteri Kesehatan New South Wales, Brad Hazzard, pernah menyarankan orang untuk saling menepuk punggung ketika saling menyapa, alih-alih berjabatan tangan.
"Pada saat kita mendapati virus yang tampaknya cukup aktif dalam upayanya untuk masuk ke komunitas kita ... masuk akal untuk tidak berjabat tangan," kata dia seperti dilansir ABC.
Menanggapi itu, profesor Raina Macintyre dari Kirby Institute UNSW mengatakan menghindari jabat tangan (sementara ini) masuk akal.
"Hal lain yang bisa dilakukan orang, ketelitian mencuci dan kebersihan tangan. Sebelum Anda makan, cuci tangan dengan benar, dan ketika Anda pulang, cuci tangan," kata dia.
Baca juga: Cara paling ampuh agar tidak tertular virus corona
Baca juga: Setop cium pipi, ini penjelasan dari Menteri Kesehatan
Baca juga: Diskon tiket pesawat tak akan perluas sebaran virus corona, kata Jokowi
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator Kotim usulkan rumah singgah bagi warga berobat di Palangka Raya
18 October 2025 17:24 WIB
JKN bantu pengobatan suami, warga Muara Teweh ini bersyukur semua biaya ditanggung
11 February 2025 6:50 WIB, 2025
Pemerintah tera ulang timbangan pengusaha cuci pakaian di Palangka Raya
03 February 2025 14:21 WIB, 2025
Berikut waktu tepat pakai sabun dan hand sanitizer untuk bersihkan tangan
24 April 2024 16:50 WIB, 2024
Dokter sarankan jangan langsung mencuci muka setelah terpapar matahari
29 February 2024 17:55 WIB, 2024
Simbol pembersihan jiwa, warga Tionghoa di Sampit cuci rupang Jelang Imlek
04 February 2024 21:00 WIB, 2024
Rutin cuci darah, warga ini terbantu JKN ditanggung Pemkab Barito Utara
28 November 2023 15:50 WIB, 2023