Google hapus puluhan aplikasi di Play Store karena mencuri informasi
Kamis, 2 Juli 2020 10:31 WIB
Ilustrasi Google (REUTERS)
Jakarta (ANTARA) - Google menghapus 25 aplikasi dari Play Store karena mencuri informasi, termasuk kata kunci dari akun Facebook penggunanya.
Dikutip dari laman ZDnet, perusahaan keamanan siber asal Prancis, Evina, menemukan aplikasi tersebut menyamar sebagai penghitung langkah, penyuntingan gambar, penyuntingan video, aplikasi wallpaper, game dan file manager (pengaturan berkas).
Temuan Evina, aplikasi tersebut mengandung kode berbahaya yang bisa mendeteksi aplikasi apa yang baru dibuka dan yang ada di foreground ponsel.
Jika aplikasi yang baru dibuka adalah Facebook, aplikasi berbahaya itu akan menampilan "window" di depan aplikasi resmi Facebook dan membuat laman login palsu.
Baca juga: Saingi AirDrop, 'Nearby Share' segera diluncurkan
Begitu pengguna memasukkan sandi ke laman Facebook phishing tersebut, aplikasi akan menyimpan data dan mengirim ke server yang berada di domain airshop.pw, yang sekarang sudah tidak berfungsi.
Aplikasi-aplikasi berbahaya itu dikembangkan oleh kelompok yang sama meski pun menawarkan fungsi yang berbeda.
Evina melaporkan temuan itu ke Google pada akhir Mei lalu. Setelah memverifikasi temuan Evina, Google menghapus 25 aplikasi tersebut dari Play Store.
Beberapa aplikasi tersebut sudah masuk Google Play Store lebih dari setahun.
Aplikasi yang dihapus tersebut antara lain bernama Super Wallpapers Flashlight, iPlayer & iWallpaper, Pedometer, Super Bright Flashlight, Junk file cleaning, Padenatef dan Accurate Scanning of QR Code.
Baca juga: Google Photos berhenti cadangkan folder media sosial secara default
Baca juga: Google hapus data secara otomatis setelah 18 bulan
Baca juga: Google perketat iklan terkait pemilu di AS
Dikutip dari laman ZDnet, perusahaan keamanan siber asal Prancis, Evina, menemukan aplikasi tersebut menyamar sebagai penghitung langkah, penyuntingan gambar, penyuntingan video, aplikasi wallpaper, game dan file manager (pengaturan berkas).
Temuan Evina, aplikasi tersebut mengandung kode berbahaya yang bisa mendeteksi aplikasi apa yang baru dibuka dan yang ada di foreground ponsel.
Jika aplikasi yang baru dibuka adalah Facebook, aplikasi berbahaya itu akan menampilan "window" di depan aplikasi resmi Facebook dan membuat laman login palsu.
Baca juga: Saingi AirDrop, 'Nearby Share' segera diluncurkan
Begitu pengguna memasukkan sandi ke laman Facebook phishing tersebut, aplikasi akan menyimpan data dan mengirim ke server yang berada di domain airshop.pw, yang sekarang sudah tidak berfungsi.
Aplikasi-aplikasi berbahaya itu dikembangkan oleh kelompok yang sama meski pun menawarkan fungsi yang berbeda.
Evina melaporkan temuan itu ke Google pada akhir Mei lalu. Setelah memverifikasi temuan Evina, Google menghapus 25 aplikasi tersebut dari Play Store.
Beberapa aplikasi tersebut sudah masuk Google Play Store lebih dari setahun.
Aplikasi yang dihapus tersebut antara lain bernama Super Wallpapers Flashlight, iPlayer & iWallpaper, Pedometer, Super Bright Flashlight, Junk file cleaning, Padenatef dan Accurate Scanning of QR Code.
Baca juga: Google Photos berhenti cadangkan folder media sosial secara default
Baca juga: Google hapus data secara otomatis setelah 18 bulan
Baca juga: Google perketat iklan terkait pemilu di AS
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Yamaha luncurkan aplikasi Yamaha Motor On, layanan digital dalam satu platform
21 April 2026 6:15 WIB
Pemkab Kapuas luncurkan transformasi digital pelayanan publik lewat SIMPEL WA
16 April 2026 15:42 WIB
Disdik Palangka Raya dorong pemanfaatan aplikasi 'Math Galaxy' karya guru berprestasi
27 March 2026 15:52 WIB