
Pemkab Gumas latih aparatur desa gunakan aplikasi Prodeskel

Kuala Kurun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melatih aparatur sejumlah desa/kelurahan untuk menyusun profil desa/kelurahan masing-masing dengan menggunakan aplikasi berbasis web online yakni Prodeskel.
“Penyusunan profil desa/kelurahan kini umumnya menggunakan aplikasi Prodeskel, untuk memudahkan pembaruan data secara rutin,” ucap Bupati Gumas Jaya S Monong melalui Kepala DPMD Lurand saat membuka pelatihan di Kuala Kurun, Senin.
Adapun tujuan dan manfaat pengisian data Prodeskel yakni perencanaan pembangunan sebagai data acuan dasar untuk musyawarah perencanaan pembangunan desa/kelurahan.
Tujuan dan manfaat lainnya yakni transparansi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka, serta investasi dan pemberdayaan untuk menjadi jendela informasi untuk potensi desa/kelurahan bagi pihak luar.
Kegiatan ini diharap memastikan data yang diisi mencerminkan kondisi riil di lapangan, sehingga potensi desa/kelurahan dan data kependudukan dapat terdata dengan benar.
Data yang mutakhir menjadi dasar utama bagi pemerintah untuk merencanakan pembangunan desa/kelurahan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Baca juga: DPRD Gumas sarankan orang tua batasi anak gunakan ponsel
Kegiatan ini juga akan mempermudah aparatur desa/kelurahan dalam menyajikan informasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Pendampingan penginputan diharapkan meningkatkan keterampilan operator dalam menggunakan aplikasi Prodeskel guna mengoptimalkan pengisian data potensi dan perkembangan desa.
Kegiatan ini diharap dapat menghasilkan data yang telah diperbaharui dan selanjutnya diperbaharui secara rutin, karena akan mempermudah monitoring, evaluasi, dan pemutakhiran data secara berkala.
“Diharapkan pengisian Prodeskel tidak terlambat dari tenggat waktu yang ditentukan, agar status desa/kelurahan dapat segera ditetapkan dan lebih baik dari tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua panitia kegiatan Dedi Koesnawan menyampaikan, peserta pelatihan berjumlah 37 orang, yang merupakan operator dari desa/kelurahan yang belum melakukan pengisian dan pemutakhiran Prodeskel 2025.
“Metode pelatihan dilakukan dengan cara penyampaian materi/ceramah, serta diskusi sekaligus praktik penginputan dan pengupdatean Prodeskel,” demikian Dedi.
Baca juga: DPRD Gumas sampaikan catatan strategis terkait LKPJ Bupati 2025
Baca juga: Bantuan pangan mulai disalurkan untuk 10.591 penerima di Gumas
Baca juga: Kejati Kalteng limpahkan empat tersangka korupsi zirkon ke Kejari Gumas
Pewarta : Chandra
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
