Apple kembali tutup 77 toko di AS
Kamis, 2 Juli 2020 10:33 WIB
Logo Apple di Apple Store Manhattan, New York. (REUTERS)
Jakarta (ANTARA) - Apple mengatakan akan menutup kembali lebih dari dua lusin toko di tujuh negara bagian mulai Kamis, termasuk negara bagian tempat Apple bermarkas, California, membawa total penutupan menjadi 77 toko karena kasus virus corona yang terus meningkat.
Apple menyatakan toko-toko Apple akan tutup di Alabama, Georgia, Idaho, Louisiana, Nevada dan Oklahoma, saat toko-toko di Florida, Mississippi, Texas dan Utah, telah ditutup lebih dahulu, dikutip dari Reuters, Kamis.
Baca juga: Apple: Sudah 81 persen iPhone jalankan iOS 13
Apple mengambil pendekatan kota-demi-kota untuk membuka dan menutup toko, mengevaluasi data untuk setiap komunitas. Di kota-kota di mana toko tetap buka, Apple mengharuskan karyawan dan pelanggan menggunakan pelindung wajah, sekaligus melakukan pemeriksaan suhu badan dan pembersihan berkala.
Pendekatan Apple tersebut berarti bahwa beberapa toko tetap buka sementara yang lain ditutup walaupun berada di negara bagian yang sama.
Di California, banyak toko di area Los Angeles akan ditutup mulai Kamis ini karena kasus virus corona di kawasan itu masih terus meningkat. Sementara toko utama di distrik perbelanjaan Union Square San Francisco akan tetap dibuka. Di Texas, toko-toko di wilayah Austin tetap buka sampai pekan ini, meskipun toko-toko di Houston ditutup pekan lalu.
Apple menutup semua toko di luar China daratan pada bulan Maret, dan tidak semua toko AS dibuka kembali setelah penutupan awal. Apple telah mengatakan karyawan ritelnya akan tetap dibayar meski toko ditutup.
Baca juga: Apple segera umumkan sejumlah pembaruan di WWDC 2020
Baca juga: Aksi protes kematian George Floyd berujung penjarahan toko Apple
Baca juga: Apple akan garap film 'Killers of the Flower Moon' bersama Martin Scorsese
Apple menyatakan toko-toko Apple akan tutup di Alabama, Georgia, Idaho, Louisiana, Nevada dan Oklahoma, saat toko-toko di Florida, Mississippi, Texas dan Utah, telah ditutup lebih dahulu, dikutip dari Reuters, Kamis.
Baca juga: Apple: Sudah 81 persen iPhone jalankan iOS 13
Apple mengambil pendekatan kota-demi-kota untuk membuka dan menutup toko, mengevaluasi data untuk setiap komunitas. Di kota-kota di mana toko tetap buka, Apple mengharuskan karyawan dan pelanggan menggunakan pelindung wajah, sekaligus melakukan pemeriksaan suhu badan dan pembersihan berkala.
Pendekatan Apple tersebut berarti bahwa beberapa toko tetap buka sementara yang lain ditutup walaupun berada di negara bagian yang sama.
Di California, banyak toko di area Los Angeles akan ditutup mulai Kamis ini karena kasus virus corona di kawasan itu masih terus meningkat. Sementara toko utama di distrik perbelanjaan Union Square San Francisco akan tetap dibuka. Di Texas, toko-toko di wilayah Austin tetap buka sampai pekan ini, meskipun toko-toko di Houston ditutup pekan lalu.
Apple menutup semua toko di luar China daratan pada bulan Maret, dan tidak semua toko AS dibuka kembali setelah penutupan awal. Apple telah mengatakan karyawan ritelnya akan tetap dibayar meski toko ditutup.
Baca juga: Apple segera umumkan sejumlah pembaruan di WWDC 2020
Baca juga: Aksi protes kematian George Floyd berujung penjarahan toko Apple
Baca juga: Apple akan garap film 'Killers of the Flower Moon' bersama Martin Scorsese
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Melalui fitur AI di ponsel pintar, toko online dapat dikelola dengan mudah
25 November 2025 19:16 WIB
Pemilik apotek dan toko obat di Kapuas diedukasi peningkatan mutu pelayanan
12 February 2025 10:55 WIB, 2025
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Threads hadirkan fitur Dear Algo guna mempermudah pengaturan algoritma konten
12 February 2026 16:37 WIB
Mudik 2026 bakal lebih teratur melalui integrasi data Google dan Korlantas
12 February 2026 16:34 WIB