Jakarta (ANTARA) - Pakar kesehatan mengatakan, usia ideal anak bisa berdiri sembari memegang sesuatu ialah sekitar sembilan bulan. Setelahnya, yakni usia 11 bulan-12 bulan umumnya anak sudah bisa dilatih berdiri bahkan berjalan?

Lalu bolehkah anak usia di bawah itu semisal empat bulan mulai dilatih berdiri seperti misalnya yang terlihat di beberapa unggahan Instagram selebritas Shandy Aulia?

Beberapa kali pemeran Tita di film "Eiffel I'm in Love" itu tampak berfoto bersama sang anak yang dalam posisi berdiri meski masih ditopang sang ibu. 

  
Baca juga: Shandy Aulia cemburu suaminya lebih perhatian ke anak

"Memberi stimulasi sesuai kemampuan seorang anak. Anak usia empat bulan, duduk saja belum bisa apalagi berdiri, berjalan," kata dokter spesialis anak di RS Pondok Indah Bintaro, Robert Soetandio dalam Instagram Live, Minggu sore.

Di sisi lain, dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang pediatri sosial di RS Pondok Indah - Pondok Indah, Catherine Mayung Sambo pernah menuturkan perkembangan anak berlangsung bertahap dan biasanya dimulai dari bagian atas tubuhnya lalu ke bagian bawah.

Kematangan alat fungsi tubuh ini tidak akan pernah berlangsung terbalik, artinya jika anak belum bisa duduk maka tidak realistis orang tua berharap dia bisa langsung berdiri dan berjalan.

Panggul anak berada di bagian bawah tubuh. Anak harus mantap dulu melakukan posisi duduk, setelahnya barulah dia akan belajar mencari pegangan untuk berdiri sendiri.

"Berjalan itu harus bisa mengontrol kepala. Kalau kepala tegak saja belum bisa, keseimbangan kanan dan kiri belum bisa, jangan dipaksa (berdiri atau bahkan berjalan). Kalau dipaksa akan bahaya untuk pertumbuhan motoriknya," papar Robert.

Dalam kesempatan berbeda, dokter spesialis anak di Jakarta Child Development Center (JCDC), Vinia Rusli mengingatkan, orang tua perlu memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak di masa ini, termasuk asupan nutrisi dan stimulasi perkembangan terutama di 1000 hari pertama anak.

Masa-masa semenjak dalam kandungan hingga usia dua tahun ini masa emas, karena otak berkembang dari masa kandungan hingga usia dua tahun.

"Bahkan ketika merencanakan kehamilan, orangtua harus sudah mempersiapkan atau memikirkan nutrisi dan stimulasi apa yang dibutuhkan oleh anak," kata Vinia.

Secara umum ada dua faktor yang mempengaruhi perkembangan anak yakni internal seperti genetika dan tempramen serta faktor eskternal yakni lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak, keluarga, tipe-tipe pola asuh dan budaya.

Dia menambahkan, untuk bisa mengoptimalkan perkembangan anak perlu adanya pengasuhan dengan rasa penuh kasih sayang yang baik yang dimulai semenjak dalam kandungan hingga dewasa.
 

Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024