Jakarta (ANTARA) - Google Indonesia berusaha memberikan pemahaman bahwa ketika menggunakan platform digital, ada jejak digital yang dikumpulkan oleh platform dan juga jejak yang harus dilindungi, termasuk oleh pemilik data.
"Misi Google adalah ingin menyajikan dan mengelola informasi yang ada di seluruh dunia dan menyediakannya untuk siapa pun," kata Manajer Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik Google Indonesia Danny Ardianto dalam webinar Siberkreasi "Jejak Digital dalam Dunia Maya", Senin.
Danny mencontohkan salah satu produk mereka, Maps, mengumpulkan data agregat anonim untuk mendapatkan informasi mengenai suatu lokasi. Google menjamin data tersebut tidak bisa dilihat pihak lain.
Baca juga: Curi dokumen swakemudi, mantan insinyur Google dipenjara 18 bulan
Google juga mengumpulkan jejak pencarian digital, juga secara anonim, ketika memberikan saran pencarian di mesin pencari Search.
Danny memberikan lima tips untuk menjaga keamanan jejak digital sekaligus memberikan dampak positif bagi pemilik data.
Pertama, pintar dalam menggunakan internet, termasuk di dalamnya yaitu memikirkan ulang apa yang akan diunggah ke media sosial agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.
"Jangan sampai jejak digital berdampak buruk untuk kita, keluarga kita karena dunia digital sama dengan dunia nyata, apa yang kita lakukan akan berdampak," kata Danny.
Baca juga: Ribuan kanal Youtube dihapus karena memuat disinformasi terkait China
Danny menyarankan tidak mengunggah informasi sensitif seperti nomor KTP, PIN, kata sandi, alamat rumah, nomor telepon dan tanda tangan.
Tips kedua, pengguna harus waspada, terutama mengenai unggahan yang berpotensi membahayakan, salah satunya scam.
Ketiga pengguna harus kuat, dalam hal keamanan. Pastikan membuat kata kunci yang kuat dan tidak membagikannya ke orang lain.
Pengguna juga disarankan mengaktifkan verifikasi dua langkah, two-step verification, sehingga ketika ada aktivitas yang mencurigakan, misalnya masuk dari perangkat yang tidak biasa digunakan, Google akan mengirim kode keamanan tambahan.
Cara ketiga, bijak berinternet, jangan mudah terpancing konten negatif, apalagi menyebarkannya.
Terakhir, Danny menyarankan untuk berani, yaitu berani bertanya kepada orang yang lebih paham atau mencari referensi lain ketika mendapatkan informasi yang diragukan kebenarannya.
Baca juga: YouTube Music segera gantikan Google Play Music pada akhir tahun
Baca juga: Google pamerkan ponsel 5G pertama, Pixel 4a dan Pixel 5
Baca juga: Google Pixel 4a akan lebih murah dari iPhone SE
Google Indonesia bagikan tips untuk jaga jejak digital
Senin, 10 Agustus 2020 15:14 WIB
Logo Google di kantor Google Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). (ANTARA/Arindra Meodia)
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
MAXI Tour Boemi Nusantara jajal jalur liku 9 dan menikmati panorama Samudra Hindia
10 May 2026 5:18 WIB
Gubernur Kalteng harap KPID jaga ruang informasi publik tetap sehat dan edukatif
08 May 2026 5:24 WIB