Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Halikinnor mengaku senang melihat suasana pasar yang tidak sampai membeludak dan terkendali meski mengalami peningkatan dibanding biasanya.

"Kekhawatiran kita sebelumnya, pengunjung membeludak tapi ternyata tidak sampai terjadi. Mungkin ini karena di Sampit ini ada beberapa pasar sehingga tidak lagi menumpuk di PPM," kata Halikinnor di Sampit, Selasa.

Halikinnor memantau situasi di Pusat Perbelanjaan Mentaya didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Zulhaidir, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Umar Kaderi dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika yang juga Pelaksana Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur Multazam.

Halikinnor memantau aktivitas transaksi di pasar tradisional terbesar di Kotawaringin Timur tersebut. Memang terjadi peningkatan dibanding hari-hari biasanya, namun tidak sampai membeludak dibanding suasana menjelang lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini diduga karena semakin bertambahnya pasar di daerah ini. Begitu pula tempat penjualan pakaian yang semakin menjamur membuat warga semakin banyak pilihan sehingga berpengaruh terhadap jumlah warga yang berbelanja ke PPM.

Pantauan di pasar yang terletak di pinggir Sungai Mentaya tersebut, konsentrasi pembeli banyak terlihat di los toko emas dan kue kering. Sementara itu toko pakaian yang terletak di lantai dua pasar tersebut terlihat sepi.

Halikinnor menyebutkan situasi cukup terkendali. Arus lalu lintas dan parkir kendaraan di sekitar pasar juga masih bisa ditata dengan baik.

Baca juga: Kapolda Kalteng ingatkan antisipasi lonjakan arus balik di Kotim

Harga kebutuhan pokok juga relatif stabil. Beberapa komoditas memang mengalami kenaikan seperti ayam dan daging sapi. Namun kenaikan itu dinilai masih dalam batas kewajaran akibat meningkatnya permintaan.

Hal yang menjadi perhatian pemerintah daerah saat ini adalah pencegahan penularan COVID-19. Untuk itu pengawasan terus dilakukan untuk mencegah kerumunan dalam aktivitas jual beli karena rawan terjadi penularan COVID-19.

Saat pemantauan, Halikinnor sempat menegur beberapa warga yang tidak mengenakan masker. Mereka umumnya membawa masker namun hanya disimpan di saku dan tidak dipakai, sehingga perlu diingatkan.

"Tidak ada cara lain untuk mencegah penularan ini selain menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Kami meminta kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan seraya kita mendorong pemulihan ekonomi," demikian Halikinnor.

Baca juga: Pantai Ujung Pandaran dibuka dengan pembatasan

Baca juga: Ini rincian 803 formasi penerimaan ASN Pemkab Kotim

Baca juga: Penderita virus varian baru Corona di Kalteng terdapat tenaga kesehatan


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024