Palangka Raya (ANTARA) -
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan yang dijadikan kurban Idul Adha 1442 Hijriah secara ketat dan memenuhi persyaratan.

"Pemeriksaan ini kita lakukan dan akan terus berlanjut di tempat-tempat penjualan hewan kurban," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Kota Palangka Raya Sumardi, di Palangka Raya, Selasa.

Dia mengatakan pada pemeriksaan tersebut tim dari DKPP "Kota Cantik" dibagi dalam beberapa tim dan menargetkan pemeriksaan seluruh hewan kurban selesai sebelum hari raya kurban.

Pengecekan hewan kurban itu sendiri meliputi pemeriksaan kondisi mata, gigi, lidah dan fisik luar guna memastikan kesehatan dan tidak ada kecacatan. Pemeriksaan juga dilakukan dari sisi usia hewan kurban serta dokumen asal hewan.

Sumardi mengungkapkan di hari pertama pihaknya berhasil memeriksa di empat lokasi penjualan hewan kurban dengan hasil 851 sapi, 236 kambing dan empat kerbau.

Pemeriksaan agar hewan kurban tersebut bertujuan agar hewan yang dijual memenuhi syarat sah kurban baik dari segi kesehatan, kondisi fisik maupun usia, sehingga memenuhi kriteria aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

"Ini untuk memastikan hewan kurban yang dijual layak dan sesuai kriteria. Bagi yang layak nanti akan diberikan tanda berupa pening atau tali khusus. Ini juga untuk mempermudah masyarakat memilih hewan kurban," katanya.

Sementara itu seorang pedagang hewan kurban Sutikno mengatakan bahwa saat ini dirinya mulai ramai permintaan.

"Untuk sapi saat ini ditempat kami ada sekitar 90 ekor dan semua sudah ada yang punya," katanya.

Bahkan, lanjut dia, saat ini sebagian warga juga telah memesan sapi untuk dijadikan kurban pada Idul Adha mendatang. Dia pun mengaku masih menunggu kedatangan sapi tambahan yang saat ini masih dalam perjalanan.

"Tahun ini permintaan sapi kurban meningkat sekitar 30-40 persen dari tahun lalu. Didasarkan permintaan tahun ini kita memperkirakan akan terjual minimal 129 sapi," kata Sutikno.

Sementara untuk kambing pada tahun ini pria yang berjualan di Jalan G Obos Palangka Raya itu mengaku terjadi penurunan permintaan dari sekitar 300 pada tahun lalu menjadi sekitar 207 kambing di tahun ini.

"Untuk sapi kita mulai menjual mulai Rp13,5 juta sampai Rp36 juta sementara untuk kambing dijual mulai dari Rp2,7 juta sampai Rp4 juta. Tergantung jenis dan ukuran," demikian Sutikno.

Pewarta : Rendhik Andika
Editor : Rachmat Hidayat
Copyright © ANTARA 2024