Medsos di China akan hapus akun media abal-abal
Minggu, 29 Agustus 2021 1:50 WIB
Aplikasi WeChat terlihat pada ponsel. (ANTARA/Reuters)
Shanghai (ANTARA) - Media sosial China terkemuka, WeChat, Douyin, Sina Weibo dan Kuaishou, mengatakan pada Sabtu mereka akan mulai membersihkan platform mereka dari akun "media abal-abal" yang menyiarkan informasi keuangan secara ilegal, media milik pemerintah Global Times melaporkan.
Langkah tersebut diambil setelah Badan Ruang Siber China (CAC) mengumumkan akan menyelidiki akun-akun yang kerap menyiarkan berita keuangan secara ilegal, memutarbalikkan interpretasi kebijakan ekonomi, menjelek-jelekkan pasar keuangan, menyebarkan rumor, dan mengganggu komunikasi jaringan.
WeChat mengatakan pada Sabtu bahwa mulai hari ini hingga 26 Oktober pihaknya akan menginvestigasi dan menutup akun media abal-abal yang "menjelek-jelekkan pasar keuangan" serta "memeras dan menyebarkan rumor".
Sina Weibo, Douyin, dan Kuaishou juga mengeluarkan pernyataan serupa pada Sabtu, kata Global Times.
Sina Weibo and Kuaishou mengatakan mereka akan menindak tegas akun-akun yang melanggar aturan.
Pengumuman itu muncul ketika pemerintah Beijing mengambil langkah tegas di sektor teknologi.
Aturan terbaru menyasar budaya "semrawut" masyarakat yang menggemari selebriti dan algoritma yang digunakan perusahaan teknologi untuk meningkatkan bisnisnya.
China juga tengah menyusun aturan untuk melarang perusahaan internet yang datanya berpotensi menimbulkan risiko keamanan jika terdaftar di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat.
Sumber: Reuters
Langkah tersebut diambil setelah Badan Ruang Siber China (CAC) mengumumkan akan menyelidiki akun-akun yang kerap menyiarkan berita keuangan secara ilegal, memutarbalikkan interpretasi kebijakan ekonomi, menjelek-jelekkan pasar keuangan, menyebarkan rumor, dan mengganggu komunikasi jaringan.
WeChat mengatakan pada Sabtu bahwa mulai hari ini hingga 26 Oktober pihaknya akan menginvestigasi dan menutup akun media abal-abal yang "menjelek-jelekkan pasar keuangan" serta "memeras dan menyebarkan rumor".
Sina Weibo, Douyin, dan Kuaishou juga mengeluarkan pernyataan serupa pada Sabtu, kata Global Times.
Sina Weibo and Kuaishou mengatakan mereka akan menindak tegas akun-akun yang melanggar aturan.
Pengumuman itu muncul ketika pemerintah Beijing mengambil langkah tegas di sektor teknologi.
Aturan terbaru menyasar budaya "semrawut" masyarakat yang menggemari selebriti dan algoritma yang digunakan perusahaan teknologi untuk meningkatkan bisnisnya.
China juga tengah menyusun aturan untuk melarang perusahaan internet yang datanya berpotensi menimbulkan risiko keamanan jika terdaftar di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat.
Sumber: Reuters
Pewarta : Anton Santoso
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
New York wajibkan label peringatan risiko kesehatan mental di media sosial
28 December 2025 10:01 WIB
Menarini dan GE Healthcare kolaborasi kembangkan media kontras diagnostik
24 December 2025 13:25 WIB
Ketum ajak AMSI Kalteng jawab tantangan AI dan seruan kembali ke lapangan
22 December 2025 14:47 WIB
Acha Septriasa terjun produksi film lewat Avarta Media untuk cerita bermakna
12 December 2025 21:19 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Threads hadirkan fitur Dear Algo guna mempermudah pengaturan algoritma konten
12 February 2026 16:37 WIB
Mudik 2026 bakal lebih teratur melalui integrasi data Google dan Korlantas
12 February 2026 16:34 WIB