“Di era modern seperti ini, mudah untuk sekedar terhubung dengan seseorang di permukaan. Namun sulit untuk benar-benar terhubung dengan seseorang secara mendalam terlebih di era di mana generasi muda dituntut untuk terus produktif, bergerak cepat, dan dinamis. Untuk itulah Omi diciptakan untuk memberikan pengalaman berkenalan, mencari teman, hingga berkencan dengan aman tanpa rasa khawatir akan resiko keamanan dan privasi yang mengintai.” tutur CEO Omi, Vince, dalam keterangannya, Jumat.
Omi adalah sebuah aplikasi jejaring sosial asal Singapura yang telah dirancang untuk generasi muda mencari pasangan maupun teman baru secara aman. Menariknya, aplikasi ini memiliki sistem verifikasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan tim yang memoderasi konten dan pengguna selama 24/7 untuk memastikan keamanan dan kenyamanan setiap pengguna.
Vince menjelaskan, aplikasi ini juga dilengkapi beberapa fitur advanced yang bisa mendukung kenyamanan pengguna dalam berselancar di aplikasi kencan daring.
Baca juga: Tinder hadirkan panduan persiapan kencan daring
Omi yang memiliki 10 juta pengguna aktif secara global ini memiliki beberapa fitur unggulan seperti memungkinkan pengguna berkomunikasi via call tanpa harus match satu sama lain, memungkinkan pengguna untuk bertemu dengan calon yang cocok sesuai perhitungan astrologi, fitur dating quiz yang menyajikan satu pertanyaan trivia setiap hari dan mencocokkan pengguna berdasarkan jawaban tersebut, juga analisis mengenai profil dan karakter pengguna yang diadaptasi dari tes tipe kepribadian populer, 16 Personalities Test.
Vince mengatakan, Omi optimis bahwa kehadirannya dapat diterima dengan baik oleh para pengguna di Indonesia. Melalui fitur premium dan keamanan yang dimiliki, ia yakin para pengguna dapat memiliki pengalaman berkencan yang menyenangkan dan terjamin aman.
“Sejatinya, proses mencari pasangan terbaik adalah sebuah perjalanan yang personal dan penuh eksplorasi. Setiap orang berhak untuk mencoba dan menjalaninya secara bebas sesuai caranya sendiri," tutup dia.
Baca juga: Tinder hadirkan fitur kencan buta
Baca juga: Angka penipuan kencan online tinggi di Asia Tenggara
Baca juga: Tips sukses menjalani kencan online di malam Minggu
Mencari pasangan lewat aplikasi semakin diminati
Jumat, 10 Juni 2022 14:59 WIB
Ilustrasi (Antara/Pexels)
Jakarta (ANTARA) - Di era serba digital, banyak generasi muda yang mencoba mencari pasangan di aplikasi kencan daring, di mana pada 2021 tercatat ada 323,9 juta masyarakat dunia yang menggunakan aplikasi kencan daring, meningkat 10,3 persen dari tahun sebelumnya.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Waspada modus kenalan via aplikasi kencan online di Jakarta hingga curas
06 March 2025 14:45 WIB, 2025
Ternyata! Gaji tersangka penipuan daring modus aplikasi kencan bergaji Rp5-7 juta
28 January 2025 15:38 WIB, 2025
Pemerasan dengan modus kencan palsu, tiga pelaku terancam 9 tahun penjara
14 May 2024 21:46 WIB, 2024
Satu dari empat pengantin di Jepang saling kenal melalui aplikasi kencan
20 November 2023 15:50 WIB, 2023
Soyeon (G)I-DLE bantah rumor kencan dengan bintang 'Single's Inferno'
22 August 2023 12:52 WIB, 2023