Penggunaan panel surya mobil listrik bantu kurangi emisi karbon
Senin, 30 Januari 2023 14:36 WIB
Ilustrasi mobil listrik sedang melakukan pengisian baterai (ANTARA/Pexels)
Jakarta (ANTARA) - Pakar epidemiologi pencemaran udara dan surveilans kesehatan lingkungan Universitas Indonesia (UI) Budi Haryanto mengatakan bahwa penggunaan panel surya untuk menghasilkan energi bagi pengisian daya baterai mobil listrik akan sangat membantu pengurangan emisi karbon.
"Misi energi bersih itu yang harus di dorong, menggunakan energi matahari, geothermal, dan gas. Kalau itu digunakan untuk menyediakan listrik, bagus," ucapnya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurut Budi, sarana pengisian baterai untuk mobil listrik saat ini masih diambil dari pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar solar.
Sehingga, kata Budi, secara umum penggunaan mobil listrik belum sepenuhnya membantu mengurangi emisi karbon, meskipun berhasil dalam mengurangi polusi udara di jalan raya.
Baca juga: Perusahaan multinasional dukung target Indonesia emisi nol 2050
"Kalau mobil listrik secara umum tidak (mengurangi emisi karbon), tapi kalau mengurangi polusi kendaraan di jalan iya. Dengan banyaknya kendaraan listrik maka polutan sumber polusi udara di jalan raya berkurang," ucapnya
Maka solusi yang bisa diterapkan adalah, bagi masyarakat yang sudah memiliki mobil listrik lebih baik jika menggunakan tenaga surya untuk sarana pengisian baterainya.
Saat ini masih banyak yang berkontribusi besar menghasilkan emisi karbon, seperti kendaraan bermotor bermesin konvensional, pabrik dan turbin-turbin industri.
"Di rumahnya yang punya kendaraan listrik maka perlu punya solar cell itu jadi bagus. PLN juga bergeser bikin solar cell yang banyak jangan bakar solar lagi," ucap pengajar dan guru besar di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI ini.
Tanggal 28 Januari diperingati sebagai Hari Pengurangan Emisi Karbon Internasional. Dari peringatan ini diharapkan masyarakat menyadari bahaya dari emisi karbon.
Pembatasan penggunaan listrik di rumah dan efisiensi pemakaian kendaraan bermotor, kata Budi, dapat membantu menurunkan emisi karbon.
Budi menegaskan bahwa sosialisasi mengenai praktik-praktik pengurangan emisi karbon ini penting agar masyarakat sadar dan mencontoh kebiasaan baik demi menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
"Output sosialisasi masyarakat jadi tahu, jadi menyadari. Untuk melakukan aksi berarti ada upaya pergerakan masyarakat, ada enggak yang memberikan contoh agar masyarakat ikutan. Itu masih jadi PR besar di sekitar kita," ucapnya.
"Misi energi bersih itu yang harus di dorong, menggunakan energi matahari, geothermal, dan gas. Kalau itu digunakan untuk menyediakan listrik, bagus," ucapnya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurut Budi, sarana pengisian baterai untuk mobil listrik saat ini masih diambil dari pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar solar.
Sehingga, kata Budi, secara umum penggunaan mobil listrik belum sepenuhnya membantu mengurangi emisi karbon, meskipun berhasil dalam mengurangi polusi udara di jalan raya.
Baca juga: Perusahaan multinasional dukung target Indonesia emisi nol 2050
"Kalau mobil listrik secara umum tidak (mengurangi emisi karbon), tapi kalau mengurangi polusi kendaraan di jalan iya. Dengan banyaknya kendaraan listrik maka polutan sumber polusi udara di jalan raya berkurang," ucapnya
Maka solusi yang bisa diterapkan adalah, bagi masyarakat yang sudah memiliki mobil listrik lebih baik jika menggunakan tenaga surya untuk sarana pengisian baterainya.
Saat ini masih banyak yang berkontribusi besar menghasilkan emisi karbon, seperti kendaraan bermotor bermesin konvensional, pabrik dan turbin-turbin industri.
"Di rumahnya yang punya kendaraan listrik maka perlu punya solar cell itu jadi bagus. PLN juga bergeser bikin solar cell yang banyak jangan bakar solar lagi," ucap pengajar dan guru besar di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI ini.
Tanggal 28 Januari diperingati sebagai Hari Pengurangan Emisi Karbon Internasional. Dari peringatan ini diharapkan masyarakat menyadari bahaya dari emisi karbon.
Pembatasan penggunaan listrik di rumah dan efisiensi pemakaian kendaraan bermotor, kata Budi, dapat membantu menurunkan emisi karbon.
Budi menegaskan bahwa sosialisasi mengenai praktik-praktik pengurangan emisi karbon ini penting agar masyarakat sadar dan mencontoh kebiasaan baik demi menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
"Output sosialisasi masyarakat jadi tahu, jadi menyadari. Untuk melakukan aksi berarti ada upaya pergerakan masyarakat, ada enggak yang memberikan contoh agar masyarakat ikutan. Itu masih jadi PR besar di sekitar kita," ucapnya.
Pewarta : Fitra Ashari
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Barut komitmen tingkatkan listrik desa untuk pemerataan pembangunan
14 January 2026 20:07 WIB
PT SLK berdayakan masyarakat dengan Program PETRA BABI berbasis peternakan berkelanjutan
30 December 2025 18:00 WIB
PLN: Seluruh gardu induk Aceh beroperasi normal, dilanjutkan pemulihan distribusi hingga ke masyarakat
21 December 2025 6:05 WIB
PLTU Kalteng-1 Volley Tournament Series-4, beri ruang konstruktif bagi pemuda
19 December 2025 11:33 WIB
PLN pulihkan sistem kelistrikan Sumbar pasca bencana, Agam kembali menyala
07 December 2025 5:30 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Restrukturisasi pegawai, Menkeu Purbaya ganti pejabat Bea Cukai di 5 pelabuhan
28 January 2026 9:02 WIB
Rupiah tertekan ke Rp17 ribu per dolar AS, Purbaya pastikan segera menguat
19 January 2026 20:08 WIB