Kuala Kurun (ANTARA) - Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Jaya S Monong baru saja meresmikan gedung Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Bowot Bohua di Kelurahan Tumbang Napoi, Kecamatan Miri Manasa.

“Ide nama Bowot Bohua tersebut berasal dari saya. Itu bahasa Dayak Ot Danum yang artinya perjanjian baru,” ucapnya saat dibincangi awak media di Kuala Kurun, Senin.

Untuk diketahui, kitab suci umat Kristen, Alkitab terbagi atas dua bagian yakni perjanjian lama dan perjanjian baru. Bowot bohua yang berarti perjanjian baru merujuk dari Alkitab.

Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Gunung Mas ini menyebut, perjanjian baru tadi jika dimaknai lebih dalam lagi adalah kabar baik, kasih anugerah, serta kabar keselamatan.

Gedung GKE Bowot Bohua dibangun dalam tiga tahap, dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gunung Mas tahun anggaran 2022 dan 2023.

Baca juga: Pemkab ajukan rancangan APBD 2024 ke DPRD Gumas, berikut komposisinya

Sedangkan maksud dan tujuan pembangunan gedung GKE Bowot Bohua adalah untuk mewujudkan visi dan misi gereja, yakni menjadi saksi hidup terhadap karya ilahi dalam kehidupan manusia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunung Mas, Baryen menyampaikan bahwa gedung GKE Bowot Bohua dibangun untuk mengantisipasi perkembangan wilayah karena banyaknya pemukiman baru, serta pertumbuhan jemaat di masa mendatang.

Pembangunan gedung GKE Bowot Bohua menjadi prioritas, mengingat gedung ini menjadi tempat untuk berbagai kegiatan gerejawi, termasuk Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat kabupaten pada akhir Oktober 2023.

Untuk tahap pertama pembangunan dimulai pada tahun 2022, dengan pekerjaan pembangunan gedung sekitar Rp443 juta. Selanjutnya tahap kedua pada tahun 2023 dengan pekerjaan lanjutan pembangunan gedung gereja dan toilet sekitar Rp745 juta.

Untuk tahap ketiga juga pada tahun 2023 dengan pekerjaan pembangunan kantor resort dan penataan halaman sekitar Rp721 juta. Dengan demikian total biaya pembangunan gedung GKE Bowot Bohua adalah sekitar Rp1,9 miliar.

“Luasan bangunan gereja yang dibangun adalah 160,50 meter persegi. Sedangkan luasan bangunan kantor resort yang dibangun yakni 48 meter persegi, dan luas halaman yakni 1.304 meter persegi,” demikian Baryen.

Baca juga: Festival Karungut se-Gunung Mas diharap lahirkan seniman kondang

Baca juga: Trail adventure dinilai menjadi sarana strategis promosikan wisata Gunung Mas

Baca juga: Trail adventure perkenalkan situs Tambun Bungai di Gunung Mas


Pewarta : Chandra
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024