Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jati Asmoro mendorong kepolisian dan pemerintah melalui Satpol-PP untuk lebih fokus pada upaya pembinaan generasi muda guna mengatasi maraknya aksi balapan liar.

"Maraknya aksi balap liar di Kota Palangka Raya mulai meresahkan masyarakat. Selain mengganggu pengguna jalan lain, kegiatan ini juga mengancam ketertiban serta keselamatan para pelaku maupun warga sekitar," katanya di Palangka Raya, Senin.

Menurutnya, tingginya minat anak muda terhadap aksi-aksi ekstrem seperti balap liar terjadi karena dorongan adrenalin dan rasa ingin tahu yang besar, yang belum tersalurkan secara tepat.

Oleh karena itu, ia menilai perlu ada pendekatan pembinaan seperti mengajak komunitas motor berdialog dan membuat kegiatan yang bisa menyalurkan minat mereka ke arah yang positif.

“Salah satu solusinya bisa dengan mengadakan fun race di sirkuit atau membuat kegiatan lain yang lebih bermanfaat dan tidak membahayakan banyak orang,” ucapnya.

Jati menyampaikan bahwa pembinaan tetap harus dibarengi dengan tindakan tegas bila pelanggaran terus berulang, sebagai bentuk edukasi sekaligus efek jera.

Dengan demikian, suasana lalu lintas di Kota Palangka Raya bisa kembali aman dan nyaman, tanpa harus dibayangi oleh aksi kebut-kebutan yang berbahaya.

“Mereka bisa diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraannya. Jika tidak lengkap, polisi dan pemerintah harus memberikan sanksi yang sesuai agar ada pembelajaran,” ujarnya.

Politisi dari partai Gerindra ini juga menekankan pentingnya pengawasan keluarga, terutama orang tua, dalam mencegah keterlibatan anak-anak mereka dalam balapan liar.

Ia menyebutkan bahwa kontrol dari orang tua dalam hal izin berkendara, khususnya kepada anak di bawah umur, sangat krusial agar anak tidak terlibat dalam kegiatan berisiko tinggi.

“Kalau kita lihat kan sekarang banyak anak di bawah umur yang sudah mengendarai sepeda motor. Sering kita lihat di jalanan anak-anak yang masih menggunakan seragam SMP sudah mengendarai sepeda motor dengan kecepatan yang tinggi. Ini kan membahayakan," demikian Jati.


Pewarta : Rajib
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026