Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan seluruh masyarakat yang ada di provinsi setempat wajib menjunjung tinggi Falsafah Huma Betang.
"Falsafah Huma Betang ini harus kita jaga apapun taruhannya," tegas Agustiar saat dihubungi dari Palangka Raya, Senin.
Pernyataan ini dia tegaskan, menanggapi informasi yang ramai beredar tentang dugaan penolakan pembangunan rumah ibadah di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim).
Baca juga: Viral! Surat penolakan pendirian gereja di Desa Sumber Makmur Kotim tuai sorotan
Baca juga: Gubernur Kalteng tegaskan penindakan angkutan ODOL sudah sesuai aturan
"Siapa pun yang berani melawan Huma Betang, berarti berlawanan dengan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) ataupun gubernur," tegasnya.
Falsafah Huma Betang merupakan nilai luhur yang terkandung dalam rumah adat suku Dayak (Huma Betang) yang menjadi landasan hidup masyarakat Dayak.
Falsafah ini menekankan pada kebersamaan, kesetaraan, gotong royong, dan toleransi dalam keberagaman. Oleh karenanya, seperti dugaan penolakan pembangunan rumah ibadah, tentu bertentangan dengan Falsafah Huma Betang tersebut.
Baca juga: Resmikan Koperasi Merah Putih, Gubernur Kalteng harap jadi pilar utama perekonomian
Agustiar pun yang juga merupakan Ketua DAD Kalteng ini meminta kepada semua pihak untuk bisa saling menghormati, dan saling menjaga.
"Semua pihak harus mampu bersikap arif dan bijaksana," pinta gubernur.
Dia pun meminta kepada masing-masing pemangku kepentingan di tiap daerah dapat mengimplementasikan Falsafah Huma Betang, termasuk di wilayah Kotim agar dapat segera menindaklanjuti permasalahan tersebut.
Agustiar menekankan, pihaknya pun tidak akan 'menutup mata' terkait permasalahan ini, dan akan segera memanggil para pihak terkait untuk bisa segera menyelesaikannya.
Baca juga: Gubernur dan Kajati Kalteng perkuat sinergi kawal program strategis pembangunan
Baca juga: Pemprov Kalteng tak jadi tarik aset tanah kantor wali kota
Baca juga: Pemprov Kalteng komitmen tingkatkan perlindungan anak dan pemberdayaan keluarga