Sampit (ANTARA) - Memanfaatkan momentum upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah membuka stan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para peserta upacara.
“Dalam rangka memeriahkan HUT ke 80 Kemerdekaan RI ini kami mengadakan CKG. Kegiatan ini berjalan sejak minggu pertama Agustus dan ini yang ketiga. Sebelumnya kami sudah melaksanakan di Taman Kota Sampit dan MPP Habaring Hurung,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim Nugroho Kuncoro Yudho di Sampit, Minggu.
Stan CKG ini didirikan di depan Gedung Futsal Indoor arah pintu masuk kanan lapangan sepak bola Stadion 29 November Sampit yang merupakan lokasi upacara peringatan HUT RI tingkat Kabupaten Kotim dilaksanakan.
Nugroho menyampaikan dalam kegiatan kali ini, Dinkes Kotim menggandeng Puskesmas Baamang 2 dengan total tenaga kesehatan yang dilibatkan sebanyak 12 orang, terdiri atas tujuh tenaga kesehatan puskesmas dan lima dari Dinkes.
Kegiatan ini sejalan dengan program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menggalakkan pemeriksaan kesehatan gratis untuk memberikan akses layanan kesehatan yang lebih luas dan terjangkau bagi masyarakat.
“Setelah ini kami juga menjadwalkan CKG pada Sampit Expo 23-29 Agustus nanti, selain itu kami juga membuka stan setiap Minggu pagi di Taman Kota Sampit saat Car Free Day,” sebutnya.
Baca juga: 643 WBP Lapas Sampit terima remisi HUT RI
Pemeriksaan biasanya dilakukan secara lengkap dari kepala sampai kaki, namun karena keterbatasan alat sehingga kali ini pemeriksaan kesehatan hanya meliputi tekanan darah, gula darah, lingkar perut, indeks massa tubuh, kesehatan mental dan gejala tuberkulosis (TBC).
Ia membeberkan, berdasarkan beberapa kegiatan CKG yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa cukup banyak warga Kotim yang mengalami indikasi gula darah tinggi dan tekanan darah tinggi, sedangkan masalah kesehatan mental dan TBC relatif rendah.
Indikasi gula darah tinggi dan tekanan darah tinggi, menurutnya dipengaruhi pola konsumsi masyarakat zaman sekarang yang banyak mengkonsumsi makanan cepat saji dan minuman manis, apalagi dengan menjamurnya warung kopi alias kafe di Kota Sampit.
“Dengan konsumsi berbagai makanan tinggi gula, apalagi sekarang banyak kafe jadi orang-orang banyak makanan instan sehingga gula darahnya tidak terkontrol,” sebutnya.
Untuk mencegah gejala penyakit itu semakin parah, disamping mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat, ia menganjurkan agar masyarakat memperbanyak aktivitas fisik atau olahraga.
“Aktivitas fisik membakar kalori dalam tubuh, sehingga otomatis gula dara bisa lebih terkendali. Selain itu, perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti buah dan sayur, kendalikan stres dan istirahat yang cukup agar kondisi kesehatan menjadi lebih baik,” demikian Nugroho.
Baca juga: Kadin optimistis perekonomian Kotim semakin maju
Baca juga: Peringati HUT RI, Bupati Kotim ajak seluruh elemen bersatu dalam pembangunan
Baca juga: Bapperida Kotim bertekad terus tingkatkan pengelolaan arsip