Sampit (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah memastikan persediaan beras dalam kondisi aman dan siap mengoptimalkan program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dengan jumlah stok yang tersedia saat ini mencapai 6.428 ton.
“Stok beras yang kami kuasai per hari kemarin ada 6.428 ton dan stok ini masih terus bertambah karena saat ini kami sedang menyerap hasil panen di Pagatan dan Lampuyang, khususnya Lampuyang sudah mulai panen dari Agustus kemarin sampai September,” kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim Muhammad Azwar Fuad di Sampit, Selasa.
Ia menjelaskan, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam rapat koordinasi tentang pengendalian inflasi tahun 2025, Perum Bulog di setiap daerah diminta untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk memasifkan pemasaran beras SPHP.
Bukan hanya sampai tingkat kecamatan, tetapi penyaluran beras SPHP itu dimaksimalkan hingga kelurahan dan desa maupun pos polisi dan pos koramil yang ada di wilayah kerja masing-masing Perum Bulog.
Dengan begitu, upaya stabilisasi harga beras di daerah diharapkan berjalan lebih efektif dan dapat mengatasi tantangan kenaikan harga beras di sejumlah daerah.
“Adapun dengan stok beras yang ada saat ini dibandingkan dengan tingkat konsumsi masyarakat Kotim umumnya diperkirakan bisa bertahan hingga 12 bulan atau satu tahun ke depan. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan beras,” ujarnya.
Ia melanjutkan, upaya untuk memaksimalkan program SPHP di wilayah kerja Perum Bulog Kotim sejauh ini berjalan semakin lancar dengan adanya 30 toko mitra Bulog.
Baca juga: Ikuti arahan Mendagri, Pemkab Kotim perkuat komunikasi menjaga kamtibmas
Selain itu, bantuan dari Polsek seluruh Kotim dan Seruyan yang memesan beras SPHP untuk melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sesuai instruksi Polri juga sangat membantu dalam memasarkan beras SPHP.
“Terakhir, pada 30 Agustus lalu kami juga menyalurkan beras untuk mendukung program GPM serentak di seluruh kecamatan dari pemerintah pusat. Khususnya untuk Kotim kami berhasil menyalurkan kurang lebih 10 ton beras,” imbuhnya.
Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP ditetapkan Rp65.500 per karung 5 kilogram. Namun, jika membeli langsung ke gudang Bulog pembeli bisa mendapat harga lebih murah yakni Rp56.500 per karung 5 kilogram.
Harga ini masih jauh lebih murah dibanding harga beras di pasaran yang saat ini bahkan ada yang mencapai Rp75.000 per karung 5 kilogram.
Disamping beras, pihaknya juga mendistribusikan minyak goreng merek Minyakita, yakni merek minyak goreng yang merupakan salah satu program subsidi dari pemerintah yang bertujuan untuk menekan harga minyak goreng di pasaran.
Saat ini stok minyak goreng di Perum Bulog Kantor Cabang Kotim ada sebanyak 20.000 liter dan dijual dengan harga Rp15.000 per liter yang lebih murah dari HET sebenarnya, Rp15.700 per liter.
“Jadi, ada dua komoditi yang bisa kami lakukan untuk intervensi harga pasar, yakni beras dan minyak goreng. Diharapkan hal ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau namun kualitas tetap terjamin,” demikian Fuad.
Baca juga: Bapenda Kotim siapkan langkah optimalisasi PAD antisipasi efisiensi anggaran 2026
Baca juga: Seorang penumpang di Sampit hilang melompat ke laut
Baca juga: Sekwan Kotim sebut penggantian Ahyar Umar sudah diusulkan ke gubernur